Warta

Peringati Hari Chagas Sedunia, Ancaman Penyakit Tropis yang Masih Terabaikan

catrawarta.com — Tanggal 14 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Penyakit Chagas Sedunia, sebuah momentum global untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit tropis...

Penyakit chagas atau dikenal sebagai american trypanosomiasis merupakan infeksi parasit yang disebabkan oleh trypanosoma cruzi
Penyakit Chagas, atau dikenal sebagai American trypanosomiasis, merupakan infeksi parasit yang disebabkan oleh Trypanosoma cruzi.

catrawarta.comTanggal 14 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Penyakit Chagas Sedunia, sebuah momentum global untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit tropis yang hingga kini masih kurang mendapat perhatian luas.

Penyakit Chagas, atau dikenal sebagai American trypanosomiasis, merupakan infeksi parasit yang disebabkan oleh Trypanosoma cruzi. Penyakit ini umumnya menyerang kelompok masyarakat dengan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, terutama di wilayah pedesaan dan berpenghasilan rendah.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization menyebut Chagas sebagai salah satu penyakit tropis terabaikan (neglected tropical disease) yang kerap tidak terdeteksi pada tahap awal, namun berpotensi menimbulkan komplikasi serius pada jantung dan sistem pencernaan jika tidak ditangani secara tepat.

Penyakit Terabaikan dalam Agenda Global

Hari Chagas Sedunia mulai diperingati sejak 2020, setelah disahkan dalam forum kesehatan dunia pada 2019. Penetapan ini menjadi langkah penting untuk mendorong perhatian global terhadap penyakit yang telah ditemukan lebih dari satu abad lalu, namun masih menjadi persoalan kesehatan di berbagai negara.
Menurut Pan American Health Organization, penyakit ini banyak ditemukan di wilayah dengan kondisi sosial-ekonomi terbatas, di mana faktor lingkungan, perumahan, dan minimnya edukasi kesehatan berkontribusi terhadap penyebarannya.

“Peringatan ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk berperan dalam pengendalian penyakit Chagas,” demikian disampaikan dalam kampanye global PAHO.

Ancaman yang Meluas di Era Globalisasi

Meski awalnya banyak ditemukan di kawasan Amerika Latin, mobilitas manusia yang tinggi membuat penyakit ini mulai terdeteksi di berbagai belahan dunia. Penularannya tidak hanya melalui gigitan serangga triatomine, tetapi juga dapat terjadi melalui transfusi darah, transplantasi organ, hingga penularan dari ibu ke anak.

Data global menunjukkan jutaan orang hidup dengan infeksi ini, dengan risiko komplikasi jangka panjang apabila tidak mendapatkan penanganan yang memadai.

Pentingnya Deteksi Dini dan Akses Layanan

Kampanye global dalam beberapa tahun terakhir menekankan pentingnya deteksi dini, peningkatan akses pengobatan, serta kolaborasi lintas sektor dalam pengendalian penyakit.

World Health Organization dalam pernyataannya menegaskan bahwa pengendalian Chagas tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan hingga masyarakat.

“Setiap orang memiliki peran dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini,” demikian pesan dalam kampanye global tersebut.

Refleksi Ketimpangan Akses Kesehatan

Peringatan Hari Chagas Sedunia menjadi pengingat bahwa tantangan kesehatan global tidak hanya berkutat pada penyakit yang menjadi sorotan utama, tetapi juga pada penyakit yang masih tertinggal dalam prioritas penanganan.

Chagas mencerminkan bagaimana ketimpangan akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi persoalan mendasar. Oleh karena itu, momentum 14 April diharapkan tidak hanya berhenti pada peringatan, tetapi juga mendorong langkah konkret dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan yang inklusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *