catrawarta.com — Penyakit campak kembali meningkat pada awal tahun 2026. Sebelumnya, tahun 2025 lalu juga memperlihatkan kondisi yang sama. Sejumlah daerah bahkan menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) karena kasus campak yang trennya naik.
Campak mudah menular melalui udara dan droplet ketika penderita bersin, batuk. Penularannya mirip dengan Covid-19 yang melanda seluruh dunia beberapa tahun lalu.
Pakar penyakit tropis Dr Ratni Indrawanti menjelaskan ada gejala yang khas ketika seseorang terserang campak. Penderita akan mengalami demam tinggi bersamaan dengan batuk dan pilek.
”Kemudian muncul ruam kemerahan di wajah dan menyebar ke seluruh tubuh pada hari ketiga atau keempat. Selain itu, salah satu ciri yang yang paling membedakan campak dari gejala penyakit lain,muncul bintik putih kecil di mulut yang disebut koplik spot,” papar Ratni.
Menyerang Semua Orang
Ia menjelaskan, campak bisa menyerang semua orang bahkan juga orang dewasa, tidak hanya pada anak-anak. Namun demikian, gejala pada anak-anak lebih mudah dikenali. Gejala tersebut lebih berat ketika menyerang anak-anak.
”Campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi jangka panjang seperti radang otak, kejang, hingga pneumonia yang dapat menurunkan kualitas kesehatan generasi mendatang,” ujar Ratni mengingatkan bahaya penyakit itu.
Dipaparkannya pula, kelompok yang paling berisiko mengalami komplikasi berat yakni bayi, anak dengan gizi buruk, serta anak yang tidak mendapatkan vaksinasi. Karena itu, imunisasi menjadi faktor kunci pencegahan penyakit campak.
Cakupan imunisasi atau vaksinasi yang rendah menjadi salah satu penyebab merebaknya penyakit campak. Biasanya, daerah-daerah dengan jangkauan imunisasi kurang menjadi tempat merebaknya kasus campak. Di sinilah pentingnya pemerataan cakupan imunisasi campak.
Pola Hidup Sehat
Pola penularan yang mirip dengan Covid-19 membuat cara pencegahannya pun mirip. Ratni minta masyarakat rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau membawa hand sanitizer. Sering kali orang tak sadar mengusap bagian muka dengan tangan kotor atau setelah menyentuh sesuatu yang dapat menularkan penyakit tersebut.
Bagi seseorang dengan gejala campak, ia menyarankan menggunakan masker ke manapun berada. Ini penting karena campak bisa menular melalui udara dan droplet. Hindari berkumpul dengan banyak orang. Pasalnya, satu orang penderita bisa menularkan penyakitnya ke belasan orang di sekitarnya.
Seseorang yang telah sembuh dari campak dapat mengalami kondisi yang dikenal sebagai immune amnesia. Dampaknya, ia menjadi lebih rentang dengan infeksi lain sehingga harus benar-benar menjaga pola hidup sehat.

Anggaran Hemat, Logika Sesat 