catrawarta.com — Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel yang menyerang Iran bakal berdampak sangat panjang. Salah satu yang paling utama yakni kenaikan harga minyak.
Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Prof Agus Sartono mengungkapkan melihat konflik tersebut berpotensi memicu tekanan serius pada sektor energi.
Lonjakan harga minyak, jelasnya, akan berdampak langsung pada biaya transportasi dan produksi. Ia mengingatkan, yang pertama yang harus segera diantisipasi adalah supply bahan bakar minyak, karena implikasinya panjang sekali.
”Dampak ekonomi mungkin belum terasa saat ini karena kontrak impor energi dilakukan untuk beberapa bulan ke depan,” ujar Agus.
Namun, dalam tiga hingga enam bulan, tekanan harga dapat mulai memengaruhi struktur biaya di berbagai sektor. Kenaikan biaya produksi berpotensi menekan dunia usaha dan memicu gangguan ekspor-impor. Sekarang memang belum terasa, tapi tiga bulan yang akan datang mungkin akan terasa.
Ketergantungan pada Impor
Agus mengatakan, ketergantungan Indonesia pada impor barang konsumsi dan energi memperbesar risiko ketika terjadi gejolak global. Apalagi saat ini Indonesia cukup banyak melakukan impor energi dari Amerika Serikat.
”Perlu diverifikasi pasar ekspor dan penguatan daya tahan ekonomi domestik. Tanpa strategi mitigasi yang matang, tekanan eksternal dapat berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan stabilitas fiskal. Kita harus mendiversifikasi pasar ekspor supaya tidak tergantung pada satu negara lagi,” tandasnya.
Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam membaca dinamika global. Keputusan politik luar negeri dan respons terhadap konflik internasional berkelindan dengan stabilitas ekonomi nasional. Dalam situasi penuh ketidakpastian, konsistensi prinsip bebas aktif dan penguatan fondasi ekonomi menjadi krusial.
”Momentum ini menjadi pengingat bahwa kedaulatan nasional kini tengah menghadapi ujian dari perjanjian dagang serta dinamika geopolitik yang terus berubah,” imbuh Agus.

Kesenjangan Generasi dalam Melihat AI: Mengapa Gen Z Paling Cemas? 