Warta

Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 1.719 Orang

Jumlah korban tewas gempa Venezuela mencapai 1.719 orang

Otoritas venezuela pada senin 2962026 waktu setempat mengonfirmasi jumlah korban tewas akibat gempa bumi mencapai 1 719 orang
Para relawan terus berupaya mengevakuasi korban gempa Venezuela yang masih terjebak di reruntuhan gedung. (Sumber: PBB)

catrawarta.comOtoritas Venezuela pada Senin (29/6/2026) waktu setempat mengonfirmasi jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang mengguncang negara itu pada 24 Juni telah mencapai sedikitnya 1.719 orang.

Selain korban meninggal, sekitar 5.000 orang mengalami luka-luka dan 12.000 warga terpaksa mengungsi. Hingga kini, pemerintah masih belum dapat memastikan jumlah korban yang dinyatakan hilang.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kini menyiapkan tiga pusat bantuan di La Guaira untuk menampung keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Fasilitas tersebut akan menyediakan layanan kesehatan, makanan, air bersih, sanitasi, perlindungan, hingga dukungan psikososial bagi para penyintas.

Kepala Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) PBB di Venezuela, Vanessa May, mengatakan banyak warga kehilangan rasa aman setelah rumah mereka hancur akibat gempa.

“Berpindah dari memiliki rumah menjadi tinggal di tempat penampungan atau hunian sementara tentu bukan hal yang mudah,” ujar May kepada UN News.

Setelah operasi pencarian dan penyelamatan selesai, PBB bersama para mitra kemanusiaan akan melakukan asesmen cepat untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Tahap berikutnya akan difokuskan pada pembersihan puing-puing serta pemulihan awal, dengan perhatian khusus terhadap kerusakan sekolah dan rumah sakit.

Otoritas venezuela pada senin 2962026 waktu setempat mengonfirmasi jumlah korban tewas gempa venezuela mencapai 1 719 orang
dok PBB

May menjelaskan proses rekonstruksi akan dilakukan bersama pemerintah Venezuela untuk menentukan lokasi relokasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. 

Sebelum relokasi dilakukan, survei kondisi tanah harus dilaksanakan guna memastikan keamanan kawasan.”Proses ini akan membutuhkan waktu,” katanya.

Menurut May, respons cepat PBB terhadap bencana ini didukung oleh sistem koordinasi kemanusiaan yang telah dibangun di Venezuela sejak 2019. Sistem tersebut melibatkan berbagai badan PBB, organisasi nonpemerintah nasional dan internasional, Palang Merah, serta sejumlah mitra kemanusiaan lainnya.

Namun, ia mengakui salah satu tantangan terbesar saat ini adalah mengoordinasikan bantuan dan donasi masyarakat yang terus berdatangan secara spontan ke wilayah terdampak.

Sementara itu, dalam konferensi pers di New York, Koordinator Tetap sekaligus Koordinator Kemanusiaan PBB di Venezuela, Gianluca Rampolla, mengungkapkan tujuh orang berhasil ditemukan selamat dari reruntuhan pada Minggu (28/6), ketika operasi pencarian masih terus berlangsung.

Rampolla juga menyampaikan bahwa PBB dan pemerintah Venezuela telah menyepakati pengadaan 10.000 kantong jenazah sebagai langkah antisipasi apabila jumlah korban meninggal terus bertambah.

Saat ini lebih dari 2.000 personel penyelamat dari 27 negara diterjunkan ke lokasi bencana. Mereka didukung lebih dari 160 anjing pelacak yang tergabung dalam lebih dari 40 tim pencarian dan penyelamatan.

Sejak gempa utama terjadi pada 24 Juni, wilayah tersebut telah diguncang sekitar 500 gempa susulan, termasuk gempa berkekuatan magnitudo 5,2 pada Senin dini hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *