Warta

Jangan Asal, Awasi Penyembelihan Hewan Kurban!

catrawarta.com — Sebanyak 20 mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) bertugas sebagai pengawas pemotongan hewan kurban di luar Rumah Potong...

Farmer offering fresh grass to a white cow through a rusty metal feeding barrier
SEHAT: Ilustrasi pastikan hewan tidak stres menjelang penyembelihan.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comSebanyak 20 mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) bertugas sebagai pengawas pemotongan hewan kurban di luar Rumah Potong Hewan (RPH) wilayah Kota Yogyakarta. Mereka melakukan pengawasan dari 26 hingga 29 Mei 2026.

Aktivitas tersebut untuk menindaklanjuti kerja sama yang telah dijalin dengan Dinas Pertanian dan Pangan Pemerintah Kota Yogyakarta. Dengan demikian, pemotongan hewan kurban sesuai dengan tata cara yang benar.

”Kegiatan pengawasan teknis dan pembekalan komprehensif sangat penting agar para mahasiswa mampu mengawal proses penyembelihan secara halal sekaligus memastikan penerapan prinsip animal welfare serta pemeriksaan post-mortem berjalan optimal,” papar Ketua Jagal Halal UGM, Dr Endy Triyannanto.

Program kolaboratif antara akademisi dan pemerintah daerah tidak hanya dirancang sebagai bentuk pengabdian nyata civitas akademika kepada masyarakat. Namun juga menjadi sarana strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi praktis, kepekaan sosial, serta kepemimpinan lapangan.

Dekan Fapet UGM, Prof Budi Guntoro berharap para delegasi mahasiswa senantiasa menjaga integritas almamater dengan memastikan daging yang sampai ke tangan masyarakat memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Kampus, tegasnya, berkomitmen memberikan kontribusi jangka panjang dalam meningkatkan standardisasi industri pemotongan hewan kurban yang profesional dan higienis di Indonesia.

Tidak Sembarang Menyembelih

Sementara itu, Cuk Tri Noviandi PhD mengungkapkan, kurban bukan sekadar menyembelih. Penyelenggara kurban harus memastikan hewan diperlakukan dengan baik, prosesnya aman bagi manusia, dan hasilnya layak konsumsi.

Kesalahan dalam penanganan hewan kerap terjadi di lapangan, mulai dari hewan yang stres hingga proses penyembelihan yang tidak sesuai standar. Padahal, kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas daging. Juga berisiko tinggi bagi panitia.

Pengelolaan daging kurban yang tidak higienis dapat memicu risiko penularan penyakit. Pasalnya, daging sangat mudah terkontaminasi. Penanganan yang salah, seperti meletakkan di tanah atau menggunakan wadah tidak aman, bisa meningkatkan jumlah kuman secara drastis.

Karena itu, setiap menjelang penyembelihan perlu ada pengawasan supaya proses berjalan aman dan lancar. Segala sesuatu harus dipersiapkan secara matang, tidak asal sembelih dan asal potong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *