catrawarta.com — Mengantisipasi cuaca yang sulit diprediksi, Pemda DIY kembali memperpanjang status siaga darurat hidrometeorologi hingga 20 Maret 2026. Keputusan ini diambil menyusul prakiraan puncak musim hujan bakal berlangsung hingga akhir Februari serta sebagai langkah kewaspadaan dampak cuaca ekstrem di DIY.
Perpanjangan status siaga darurat tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) yang merupakan kelanjutan dari penetapan siaga sebelumnya. Apabila penetapan pertama durasinya satu bulan, pada perpanjangan kedua ini diberlakukan hingga dua bulan, menyesuaikan dinamika cuaca dan potensi risiko bencana.
”Keputusan memperpanjang status siaga didasarkan pada data teknis BMKG yang menunjukkan, curah hujan masih tinggi,” jelas Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryanta kepada wartawan
Informasi dari BMKG menunjukkan puncak musim hujan masih sampai Februari. Kalau melihat grafik sinusoidal, kata Ruruh Haryanta, penurunan (decline) curah hujan baru mulai di akhir Februari hingga pertengahan Maret.
“Kami berharap pada Maret nanti situasi sudah aman, sehingga tidak perlu diperpanjang lagi,” katanya.
Pihaknya berpesan, peningkatan intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini perlu diimbangi kewaspadaan yang tinggi dari seluruh warga. Karena berdasarkan hasil evaluasi, fenomena angin kencang yang memicu pohon tumbang menjadi perhatian utama karena telah menimbulkan korban jiwa. Hingga awal 2026, tercatat 5 orang meninggal dunia akibat peristiwa pohon tumbang di DIY.
“Kondisi ini menjadikan langkah mitigasi vegetasi dan pemangkasan pohon rawan sebagai prioritas dalam rapat koordinasi lintas sektor,”ungkapnya.
Bergerak Bersama
Menurutnya, BPBD DIY telah membentuk grup khusus hidrometeorologi yang melibatkan OPD terkait dan instansi vertikal untuk memetakan sebaran alat dan personel secara real-time. Dengan status siaga ini, pemerintah daerah memiliki dasar untuk bergerak bersama, menyatukan visi, alat dan personel. Apabila terjadi bencana, mobilisasi bantuan dapat dilakukan dengan jauh lebih cepat.
Bencana Hidrometeorologi, adalah sebuah istilah yang dalam satu dekade terakhir marak dibahas. Bencana meteorologi merupakan bencana yang diakibatkan oleh parameter-parameter meteorologi (curah hujan, kelembaban, temperatur, angin). Kekeringan, Banjir, Badai, Kebakaran hutan, El Nino, La Nina, Longsor, Tornado, Angin puyuh, topan, angin puting beliung, Gelombang dingin, Gelombang panas, Angin fohn (angin gending, angin brubu, angin bohorok, angin kumbang) adalah beberapa contoh bencana Hidrometeorologi.
Bencana tersebut dimasukan kedalam bencana meteorologi karena bencana diatas disebabkan atau dipengaruhi faktor-faktor meteorologi.

Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu yang Melembagakan Ketidakadilan 