catrawarta.com — Proses tanggap darurat bencana Sumatra telah berlalu. Progres rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai rencana bahkan mengalami akselerasi. Kini, Sumatra memasuki fase transisi pemulihan.
Menurut Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang juga Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana, kini saatnya berjalan fase pemulihan.
Ia menegaskan, masa tanggap darurat sudah berlalu, sekarang wilayah terdampak berangsur memasuki tahap transisi menuju pemulihan setelah bencana yang memakan banyak korban.
Khusus Sumatera Utara dan Sumatera Barat, masa transisi hampir selesai sedangkan Aceh menjalani sedikit perpanjangan sebelum masuk tahap pemulihan penuh.
”Karena sekarang ini sebetulnya kita sedang masuk, sudah melewati darurat, masuk ke sekarang transisi,” ungkap Tito seperti disampaikan Satgas PRR dalam keterangan tertulisnya.
Layanan Dasar Normal
Tito memaparkan, berbagai layanan dasar pada daerah terdampak bencana berangsur-angsur berjalan normal kembali. Ia memberi contoh, pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang telah pulih.
Layanan rumah sakit di seluruh kabupaten juga telah normal. Namun demikian, ada beberapa puskesmas pembantu yang dalam proses penanganan. Pihaknya akan terus melakukan percepatan agar semua segera selesai sepenuhnya.
Mengenai aliran listrik, ia menjelaskan nyaris pulih sepenuhnya. Perkecualian pada darerah yang masih terisolasi akibat akses jalan terputus total. Mengatasi persoalan itu, pemerintah menyalurkan genset sebagai solusi sementara.
Di samping itu, Tito menambahkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) melalui stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), jaringan internet, jalan nasional, serta jembatan nasional juga telah kembali berfungsi normal.
Pemulihan Sektor Pendidikan
Pada sektor pendidikan, pemerintah melalui kementerian terkait telah berkoordinasi dengan kontraktor dan pihak lainnya untuk mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan berdasarkan skala prioritas.
”Terutama yang sekolah-sekolah yang belum ideal untuk proses belajarnya. Proses belajarnya sudah 100 persen tapi belum ideal,” imbuh Tito dikutip dari keterangan tertulisnya.
Ia menekankan pula, dukungan anggaran menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana. Pemerintah pusat telah menyalurkan tambahan transfer ke daerah sebesar Rp 10,6 triliun kepada tiga provinsi terdampak dan telah tuntas.
Dana yang sudah dikirim itu berada di pemerintah daerah tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Pemerintah pusat, tegasnya, terus mengawal agar penggunaann tepat sasaran dan cepat, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sapi bernama ‘Diego’ Dipilih Presiden untuk Kurban 