Warta

Atasi Banjir Demak, Perlu Penanganan Komprehensif dari Hulu ke Hilir

catrawarta.com — Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Ribuan orang mengungsi karena ketinggian air hampir menutup rumah warga....

BANTUAN: Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memberi bantuan korban banjir Demak.(Sumber: Pemprov Jateng)

catrawarta.comBanjir besar melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Ribuan orang mengungsi karena ketinggian air hampir menutup rumah warga. Tim SAR gabungan bekerja keras mengevakuasi warga terutama anak-anak, lansia dan perempuan.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi turun meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir yang bertahan di pengungsian Kantor Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Kehadirannya untuk memastikan seluruh kebutuhan logistik dan layanan dasar bagi ribuan pengungsi terpenuhi secara optimal pascabencana.

Bencana banjir yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada Jumat (3/4/2026) tersebut merendam delapan desa di empat wilayah, yakni Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung. Data terkini mencatat sebanyak 2.839 jiwa meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman karena debit air yang sempat mencapai ketinggian dada orang dewasa bahkan beberapa tempat lebih tinggi.

Saat berada di lokasi, Luthfi aktif berdialog dengan warga yang beristirahat di ruang utama gedung maupun di selasar kantor kecamatan. Selain memberikan dukungan moril, ia menyerahkan bantuan secara simbolis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai Rp 236.985.411 yang dihimpun dari berbagai instansi seperti BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga PMI Jateng.

Solusi Jangka Pendek dan Panjang

Usai menyapa para pengungsi, Luthfi segera menggelar rapat terbatas bersama Bupati Demak, Eisti’anah, dan jajaran perangkat daerah terkait untuk merumuskan solusi jangka pendek maupun jangka panjang. Ia menegaskan bahwa pola penanganan banjir Demak tidak boleh dilakukan secara sepotong-sepotong agar kejadian serupa tidak terus berulang.

”Kita mengatasi banjir tidak bisa parsial. Dari hulu sampai hilir itu harus dituntaskan,” tandasnya saat memberikan arahan dalam rapat.

Ia menginstruksikan percepatan perbaikan tanggul yang jebol sekaligus mengevaluasi kondisi serapan air di wilayah hulu guna mengurangi tekanan arus sungai saat intensitas hujan tinggi.

Di samping fokus pada infrastruktur, ia juga menekankan pemenuhan hak-hak warga di pengungsian tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Prinsipnya layanan dasar kepada masyarakat terdampak harus terpenuhi, mulai sekolah, kesehatan, bahan pokok, makanan, dan lain sebagainya, tidak boleh ketinggalan.

Salah satu pengungsi asal Desa Trimulyo, Musri’ah, menceritakan detik-detik mencekam saat air sungai mulai meluap dan menghancurkan tanggul pada pukul 10.00 WIB. Ia terkejut karena arus air datang sangat deras dan merendam pemukiman dengan cepat sehingga warga tidak sempat menyelamatkan banyak harta benda.

Menjelang sore hari, evakuasi besar-besaran dilakukan menggunakan perahu karet karena ketinggian air terus meningkat drastis. Musri’ah bersama warga lainnya kini hanya bisa pasrah menunggu kondisi rumah mereka membaik sambil berharap pemerintah segera menutup jebolnya tanggul agar air yang merendam desa mereka cepat surut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *