Warta

Apa yang Harus Dilakukan saat Mudik Membawa Anak Kecil?

catrawarta.com — Penyakit campak sedang menunjukkan peningkatan beberapa waktu lalu. Kini, meskipun sudah memperlihatkan tren menurun tapi harus tetap waspada. Pasalnya, mobilitas...

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan anak sebelum mudik Lebaran.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comPenyakit campak sedang menunjukkan peningkatan beberapa waktu lalu. Kini, meskipun sudah memperlihatkan tren menurun tapi harus tetap waspada. Pasalnya, mobilitas tinggi menjelang Lebaran dapat memicu peningkatan kembali.

Para pemudik terutama yang membawa balita atau anak-anak hendaknya memperhatikan kondisi kesehatan si kecil. Ketika memperlihatkan gejala sakit sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan teredekat atau dokter.

”Pemudik, khususnya yang membawa anak kecil, harap memperhatikan kondisi kesehatan selama perjalanan karena penyakit memiliki tingkat penularan tinggi apalagi dalam mobilitas seperti sekarang,” papar Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Andi Saguni.

Ia memberi masukan, ketika anak sakit, sebaiknya menunda perjalanan sampai benar-benar sembuh agar tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain. Ia juga menganjurkan penggunaan masker bagi yang bergejala serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun.

Pentingnya Imunisasi Anak

Peningkatan penyakit campak dalam beberapa waktu terakhir memang menjadi perhatian banyak pihak karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Anak-anak merupakan salah satu yang rentang tertular campak.

”Salah satu penyebab meningkatnya kasus campak yakni adanya anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap. Kondisi ini makin parah dengan adanya penundaan imunisasi selama masa pandemi serta keraguan sebagian masyarakat mengikuti imunisasi,” papar dr Bambang Edi Susyanto SpA MKes dari Kedokteran UMY.

Ia menjelaskan, faktor utama biasanya cakupan imunisasi yang belum merata. Ketika ada kelompok anak yang tidak terlindungi atau tidak tervaksinasi, virus campak akan sangat mudah menyebar karena campak memang sangat menular.

Gejala Mirip Infeksi Lain

Bambang membeberkan, campak memiliki gejala awal yang sering kali menyerupai penyakit infeksi lainnya. Biasanya mulai demam tinggi disertai batuk, pilek, serta mata merah. Beberapa hari kemudian, muncul ruam kemerahan pada kulit yang biasanya bermula dari wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Menurutnya, campak juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi, terutama pada bayi dan anak dengan daya tahan tubuh yang rendah. Komplikasi dapat berupa infeksi saluran pernapasan, dehidrasi, diare berat, hingga gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

”Namun demikian, campak merupakan penyakit yang dapat dicegah. Upaya pencegahan paling efektif melalui imunisasi campak, vaksin MR maupun MMR. Anak harus memperoleh secara lengkap dan tepat waktu,” tandasnya.

Edukasi kepada masyarakat sangat penting untuk mengatasi berbagai misinformasi mengenai vaksinasi. Pemerintah bersama tenaga kesehatan terus melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran seperti puskesmas, posyandu, sekolah, hingga media massa dan media sosial.

Nah, bagi pemudik yang sudah dalam perjalanan atau masih dalam persiapan, perhatikan kondisi Kesehatan seluruh keluarga terutama anak-anak. Dengan demikian perjalanan lancer, selamat sampai tujuan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *