catrawarta.com — Bekerja di luar negeri banyak menjadi impian, karena penghasilan yang diperoleh juga menjanjikan. Namun, untuk keperluan itu dibutuhkan keterampilan yang memadai. Oleh karena itu, sebelum berangkat umumnya harus dibekali dengan sejumlah keahlian agar mampu berdaya saing global.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) batu saja melepas 1.658 alumni lembaga kursus se-Provinsi Bali untuk bekerja di luar negeri. Capaian ini menjadi bukti komitmen Kemendikdasmen melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) untuk memperkuat peran pendidikan nonformal dalam menyiapkan tenaga kerja yang mumpuni dan sesuai pasar luar negeri.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, dalam sambutannya menyampaikan, peran kursus sebagai bagian dari pendidikan nonformal yang mampu melahirkan talenta berdaya saing dan keahlian kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kompetensi adalah rukun kehidupan kita. Siapa yang ingin sukses, dia harus menguasai kompetensi. Untuk masuk ke arena tersebut, yang harus dipersiapkan adalah keahlian kompetitif,” terang Wamendikdasmen Atip.
Kebekerjaan ke luar negeri memberikan peluang besar terhadap peserta didik kursus. Dengan fokus praktik, lulusan akan lebih cepat beradaptasi untuk bisa berkarier profesional di bidangnya.
Pelepasan ribuan alumni ini menjadi bukti, lulusan kursus mampu mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri dengan skema yang teratur dan aman. “Bukan hanya bekerja, kalian juga merupakan duta dari bangsa kita. Oleh karena itu, perlihatkanlah etos kerja dan belajar apa yang bisa kita tiru,” tutur Atip.
Direktur Kursus dan Pelatihan, Yaya Sutarya, mengapresiasi lembaga kursus di Provinsi Bali yang terus berkomitmen dalam pelatihan vokasional yang adaptif. Terdapat beberapa bidang keterampilan, yaitu perhotelan, spa, pertanian dan barista.
Sebagai informasi, terdapat 9 lembaga kursus Provinsi Bali yang telah sukses menyelenggarakan pendidikan untuk kebekerjaan luar negeri, yaitu Lembaga Kursus Overseas Training Centre (OTC), BEC Academy, Bali Saraswati SPA Academy, Tulip SPA School, Taruna Samudra, Gayatri Binar Abadi, Bali International Tourism School, Queen International, dan Lembaga Pendidikan Bali Asia.
Kebekerjaan luar negeri untuk peserta didik kursus pun semakin masif dengan program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK). Program ini melatih anak-anak putus sekolah di usia sekolah maupun anak-anak menganggur, sehingga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Berdasarkan Penelusuran Lulusan (Tracer Study) Program PKK 2025, tercatat 83 persen lulusan peserta didik program PKK telah terserap di perusahaan dalam dan luar negeri.

Keberadaan Indonesia di Board of Peace Bisa Memicu Permusuhan dengan Palestina 