Catra Wisata, Warta

Catat ! Besok Malioboro Jajal Car Free Day 2 Hari Sabtu – Minggu

catrawarta.com — Kawasan Malioboro Yogyakarta mulai ujicoba menerapkan pelaksanaan program kawasan bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day selama dua hari dalam...

Street in a town with red lanterns overhead storefronts on both sides and a yellow horse drawn carriage parked on the sidewalk
Jalan Malioboro. Dok. Catrawarta

catrawarta.comKawasan Malioboro Yogyakarta mulai ujicoba menerapkan pelaksanaan program kawasan bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day selama dua hari dalam sepekan, yaitu setiap hari Sabtu dan Minggu.

Ujicoba akan dilakukan pada 25-26 Juli 2026. Seperti diumumkan UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta melalui akun media sosial resminya, Jumat 24 Juli 2026.

Kebijakan anyar yang memfokuskan akhir pekan sebagai ruang pedestrian tersebut mulai diberlakukan untuk memberikan kenyamanan, ruang gerak yang lebih luas, serta udara yang lebih bersih bagi masyarakat dan wisatawan di Kota Yogyakarta.

Ujicoba itu diumumkan UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya mengumumkan bahwa skema Car Free Day akhir pekan ini berlangsung mulai pukul 05.00 hingga 09.00 WIB.

Selama durasi empat jam tersebut, sepanjang Jalan Malioboro dikhususkan untuk aktivitas pedestrian, seperti berjalan kaki, berolahraga, dan bersepeda.

Pihak pengelola tetap mengimbau para pengunjung untuk menjaga ketertiban umum dengan tidak membuang sampah sembarangan serta tidak merokok di kawasan pedestrian.

​Atmosfer pedestrian di hari Sabtu makin diperkuat dengan hadirnya kegiatan edukasi publik bertajuk Sinau Ing Malioboro yang dipusatkan di depan Museum Benteng Vredeburg pada pukul 07.00 hingga 09.00 WIB.

Program ini menghadirkan beragam kelas budaya untuk masyarakat, di antaranya Sinau Njoged untuk belajar gerakan tari tradisional, Sinau Aksara Jawa untuk mengenal penulisan aksara lokal, serta Sinau Dolanan Anak yang mengajak pengunjung bernostalgia dengan permainan tradisional seperti gasing kayu.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X sebelumnya menyatakan penataan kawasan Malioboro secara bertahap.

“Konsep pedestrian dirancang untuk menciptakan kawasan yang bersih dan tertib tanpa mematikan urat nadi perekonomian, termasuk pengaturan akses logistik toko dan ketertiban kantong parkir transportasi tradisional seperti andong dan becak.

​“Bukan artinya car feee day itu Malioboro itu tutup total. Harapannya jadi bersih, dan pedestrian tertib,” kata Sultan.

​Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo telah menerjunkan sepuluh tim khusus untuk mengkaji secara mendalam kondisi di setiap jalur sirip Jalan Malioboro.

​“Minggu ini menurunkan satu sirip satu tim untuk mengkaji permasalahan yang muncul, seperti pedagangnya atau arus lalu lintas,” kata Hasto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *