Catra Milenia

Kecerdasan Anak Ikut Ibu, Apakah Sesederhana Itu? Ini Kata Penelitian

catrawarta.com — Pertanyaan klasik ini mungkin pernah muncul di banyak keluarga: sebenarnya kecerdasan anak lebih banyak diturunkan dari ayah atau ibu? Belakangan,...

Belakangan sejumlah penelitian kembali mempopulerkan gagasan bahwa gen kecerdasan anak cenderung lebih banyak diwariskan dari ibu Tapi apakah sesederhana itu
Belakangan, sejumlah penelitian kembali mempopulerkan gagasan bahwa gen kecerdasan anak cenderung lebih banyak diwariskan dari ibu. Tapi apakah sesederhana itu?

catrawarta.comPertanyaan klasik ini mungkin pernah muncul di banyak keluarga: sebenarnya kecerdasan anak lebih banyak diturunkan dari ayah atau ibu? Belakangan, sejumlah penelitian kembali mempopulerkan gagasan bahwa gen kecerdasan anak cenderung lebih banyak diwariskan dari ibu. Tapi apakah sesederhana itu?

Dalam dunia genetika, penjelasannya berkaitan dengan kromosom. Perempuan memiliki dua kromosom X (XX), sementara laki-laki memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y (XY). Banyak gen yang berkaitan dengan perkembangan otak berada pada kromosom X. Karena ibu memiliki dua kromosom tersebut, peluang anak mewarisi gen yang terkait dengan fungsi kognitif dari ibu menjadi lebih besar. 

Hipotesis ini pernah diuji dalam penelitian genetika pada awal 1990-an oleh Bruce M. Cattanach dan tim di Inggris. Dalam eksperimen terhadap tikus, embrio yang memiliki dominasi gen dari ibu cenderung memiliki perkembangan otak lebih besar, sementara gen dari ayah lebih berperan pada pertumbuhan jaringan tubuh. Temuan ini kemudian menjadi salah satu dasar dugaan bahwa gen maternal memainkan peran penting dalam perkembangan otak mamalia. 

Penelitian lain dari Harvard University juga menemukan bahwa banyak gen dalam otak menunjukkan “pengaruh asal orang tua”. Dalam beberapa tahap perkembangan awal, gen yang berasal dari ibu tampak lebih aktif dalam perkembangan otak. 

Namun, menyimpulkan bahwa kecerdasan anak hanya berasal dari ibu tentu terlalu sederhana. Para ilmuwan memperkirakan sekitar 40–60 persen kecerdasan dipengaruhi faktor genetik, sementara sisanya dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan, dan pengalaman hidup. 

Bahkan hubungan emosional antara ibu dan anak juga punya dampak biologis. Studi yang meneliti perkembangan anak selama tujuh tahun menunjukkan bahwa anak yang memiliki hubungan emosional aman dengan ibunya memiliki hippocampus—bagian otak yang berperan dalam memori dan proses belajar—sekitar 10 persen lebih besar dibanding anak yang kurang mendapat dukungan emosional. 

Artinya, kecerdasan bukan sekadar soal gen yang “diturunkan”, tetapi juga tentang bagaimana anak tumbuh. Lingkungan keluarga, pola asuh, stimulasi belajar, hingga kedekatan emosional ikut membentuk potensi intelektual seseorang.

Bagi generasi milenial yang kini mulai memasuki fase menjadi orang tua, temuan ini mengingatkan satu hal penting: kecerdasan anak bukan hanya diwariskan, tetapi juga dibangun.

Gen mungkin memberi fondasi awal, tetapi pengalaman hidup—cara orang tua mendidik, berbicara, dan memberi dukungan—sering kali menjadi faktor yang benar-benar menentukan bagaimana kecerdasan itu berkembang.

Catatan: Artikel ini disusun dengan bantuan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan telah melalui proses kurasi serta penyuntingan oleh tim redaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *