Catra Cendekia

Mahasiswa Autis Asperger Lulus Kuliah, Sandang Gelar Sarjana Peternakan UGM

catrawarta.com — Gangguan mental maupun fisik bukan halangan meraih cita-cita. Kemauan dan semangat serta dorongan lingkungan bisa menjadi modal mewujudkan segala keinginan....

UJIAN: Siham yang menderita autis asperger saat sidang skripsi.(Foto: dok UGM)

catrawarta.comGangguan mental maupun fisik bukan halangan meraih cita-cita. Kemauan dan semangat serta dorongan lingkungan bisa menjadi modal mewujudkan segala keinginan.

Inilah yang dialami penderita autis asperger, Siham Hamda Zaula Mumtaza. Mahasiswa Program Sarjana Fakultas Peternakan (Fapet) UGM Angkatan 2019 itu, berhasil lulus ujian skripsi.

Ia merupakan mahasiswa jalur Bidik Misi asal Jepara yang berhasil mempertahankan skripsinya berjudul ”Tingkah Laku Harian Domba Ekor Tipis di Pusat Penelitian Ternak Fakultas Peternakan UGM”. Di hadapan tim penguji Prof Tri Satya Mastuti Widi, Riyan Nugroho Aji, MSc dan Hamdani Maulana MSc, ia mampu menyelesaikan ujian.

Keluarga Memberi Dukungan Semangat

Siham mengungkapkan tidak ada persiapan khusus menghadapi ujian skripsi . Meski ada beberapa revisi ia merasa sangat lega. Ia akan segera melakukan revisi.

Keluarga Siham yang turut mendampingi selama sidang berlangsung memberikan dukungan penuh. Mereka, Endang Srimurwatiningsih yang merupakan tantenya dan kakak sepupu, dr Ika Fenti.

”Revisi draft skripsi sebelum sidang sudah dilakukan dan Siham sangat fokus dan selalu meluangkan waktu,” ujar Ika.

Beri Pendampingan Khusus

Dosen pembimbing skripsi, Prof Tri Satya Mastuti Widi menjelaskan orang-orang seperti Siham hanya perlu dipahami. Memberikan pendampingan bagi penyandang disabilitas seperti autis memang perlu dilakukan dengan beberapa model atau situasi yang dikondisikan.

”Anaknya tekun dan serius dalam penelitian, bahkan sangat detail. Hal-hal detail yang mungkin orang terlewat, Siham mampu mengerti dan memahaminya dengan baik,” ungkap Vitri, panggilan akrabnya, yang juga pembimbing akademik Siham sejak 2019, termasuk saat menjabat Kaprodi S1.

Hanya saja diakui dalam penulisan skripsi perlu lebih lama dalam pembimbingan. Namun, secara keseluruhan, tidak ada kendala yang berarti karena motivasinya sendiri sudah sangat bagus.

Peran Keluarga sangat Besar

Selama mendampingi Siham, Vitri menilai supporting system yang banyak berperan adalah dari keluarga, terutama pakdhe/budhe dan kakak sepupunya. Selama kuliah di Fapet, Siham memang tinggal di rumah pakdhe/budhenya tersebut.

Selain itu, Siham juga sangat aktif di Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM dan menjadi role model. Unit Layanan Disabilitas UGM sangat mendukung kemajuan studi Siham.

Siham didiagnosis menderita autis asperger sejak SD. Mendengar suara keras atau bentakan menjadi momok baginya. Maka tidak heran sehari-hari Siham lebih banyak beraktifitas mandiri tidak melibatkan banyak teman.

Sebagai kampus kerakyatan UGM selalu terbuka bagi siapa pun yang akan menempuh studi di UGM, termasuk penyandang disabilitas seperti Siham.

Fapet UGM selain pendampingan juga memberikan dukungan dengan memfasilitasi supporting system dengan menyediakan buddy (teman) atau mentor sekaligus sosialisasi ke dosen maupun civitas akademika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *