catrawarta.com — Siapa sangka Masjid Darunnaiem di Kleben, Caturharjo, Sleman, genap berusia satu abad pada tahun 2026 ini. Masjid tersebut berdiri sejak 1926, dan masih mempertahankan soko guru asli yang menjadi penanda kuat kesinambungan sejarah, sekaligus diyakini berdiri di atas bekas Masjid Tiban.
Fakta sejarah tersebut kembali diungkap dalam rangkaian Kirab Budaya Peringatan 1 Abad Masjid Darunnaiem yang digelar Minggu (8/2/2026). Kirab budaya ini menjadi pembuka rangkaian peringatan satu abad berdirinya Masjid Darunnaiem dan diikuti jemaah serta warga sekitar.
Imam Masjid Darunnaiem, Nur Jamil Dimyati menuturkan, peringatan satu abad ini berangkat dari cerita turun-temurun mengenai berdirinya masjid pada 1926. Cerita tersebut kemudian diperkuat dengan bukti fisik yang masih bertahan hingga kini.
Menurut Nur Jamil, kegiatan kirab menjadi wujud syukur atas keberlangsungan Masjid Darunnaiem selama satu abad, sekaligus refleksi perjalanan para pendahulu.
“Melalui kirab ini, takmir berharap dapat menggugah semangat masyarakat untuk terus memakmurkan masjid dan melanjutkan perjuangan para pendirinya,” katanya didampingi Sesepuh masjid, Sujito. Acara turut dihadiri Panewu Sleman, Rasyid Ratnadi Sosiawan.
Kirab budaya menampilkan beragam kesenian dan budaya religius yang melibatkan partisipasi warga, mulai dari seni kubro siswo, hadrah, hingga gunungan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur. Empat gunungan hasil bumi tersebut kemudian diperebutkan warga.
Peringatan satu abad Masjid Darunnaiem juga bertepatan dengan momentum menyongsong datangnya Ramadan, sehingga nuansa religius terasa kental. Selain kirab budaya, sejumlah agenda lanjutan telah disiapkan, di antaranya Festival Hadrah, pentas seni kubro siswo dan seni Badui, semaan Alquran serta pengajian akbar sebagai puncak acara.
Sesepuh masjid, Sujito menambahkan, jejak sejarah Masjid Darunnaiem tidak lepas dari keberadaan Masjid Tiban yang diyakini telah ada sebelum 1926. Hal tersebut diperkuat dengan masih bertahannya soko guru asli masjid hingga kini.
“Soko guru berbahan kayu nangka tersebut tetap dipertahankan sejak awal pembangunan, meski sempat dinaikkan untuk menyesuaikan dengan perubahan serambi,” ujarnya.
Panewu Sleman, Rasyid Ratnadi Sosiawan, mengapresiasi peringatan satu abad Masjid Darunnaiem yang dinilainya memiliki nilai edukatif bagi generasi penerus. Ia berharap momentum tersebut dapat memperkuat semangat generasi muda dalam memakmurkan masjid serta mengembangkan syiar Islam, tidak hanya di Masjid Darunnaiem, tetapi juga di wilayah Sleman dan sekitarnya.

TMMD Sengkuyung Masih Eksis Menyasar Desa 