catrawarta.com — Transportasi publik harusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi semua. Namun dalam beberapa kejadian, terjadi pelecehan seksual yang menimpa perempuan. Pelaku mencari celah ketika posisi penuh dan berdesak-desakan.
Melihat kondisi tersebut, PT KAI (Persero) Daop 6 Yogyakarta menunjukkan komitmen menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan, khususnya perempuan.
Jajaran Daop 6 Yogyakarta menggelar kampanye dan sosialisasi anti pelecehan seksual di Stasiun Lempuyangan. Dalam kegiatan tersebut, Daop 6 berkolaborasi bersama komunitas pecinta kereta api ”Semboyan Satoe Community”.
”Sejumlah aktivitas kami lakukan seperti penandatanganan petisi sebagai bentuk komitmen bersama dan dukungan untuk menolak segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual,” ungkap Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih dalam keterangan resminya kepada media, Kamis (23/4/2026).
Selain itu, ada edukasi langsung kepada pelanggan, pembagian bunga mawar sebagai simbol kepedulian dan perlindungan terhadap perempuan, serta pembagian pin kampanye anti kekerasan seksual.
Membangun Kesadaran Kolektif
Kegiatan tersebut, jelas Feni, bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.
Ia menegaskan, momentum Hari Kartini dimaknai sebagai pengingat pentingnya menghadirkan ruang publik yang aman, khususnya bagi perempuan.
”Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi pelanggan agar berani bersuara, berani melapor, dan tidak ragu meminta pertolongan apabila mengalami atau menyaksikan indikasi pelecehan seksual,” tandas Feni.
Kereta api, tegasnya, memiliki komitmen kuat memberikan perlindungan kepada korban serta menindak tegas setiap pelaku pelecehan seksual di lingkungannya.
”KAI tidak memberikan toleransi pada segala bentuk pelecehan seksual. Oknum yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi administratif tegas hingga masuk dalam daftar hitam (blacklist) tidak bisa naik KA dalam waktu tertentu hingga permanen,” imbuhnya.
Di samping itu, KAI memberikan pendampingan kepada korban, termasuk dalam proses hukum yang diperlukan.
Berhak Merasa Aman
Feni menambahkan, pihaknya berharap masyarakat semakin memahami setiap individu berhak merasa aman dan nyaman saat berada di ruang publik termasuk pada transportasi umum.
Edukasi juga menjadi ajakan bagi seluruh pelanggan untuk saling menjaga, peduli, serta berani bertindak apabila melihat atau mengalami tindakan yang mengganggu keamanan dan kenyamanan selama di lingkungan kereta api.
Guna peningkatan pelayanan kepada pelanggan perempuan, KAI telah menghadirkan fitur Female Seat Map di aplikasi Access by KAI yang memberikan kemudahan kepada pelanggan perempuan. Mereka bisa melihat posisi tempat duduk dan gender penumpang sehingga bisa lebih nyaman untuk memilih kursi.
”Kami berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang tidak hanya selamat dan tepat waktu, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan perlindungan terhadap seluruh pelanggan,” tegasnya.

Tak Ada Kenaikan Harga Beras, Mentan Jamin Stok Cadangan Aman 