Warta

Mediasi Islamabad Gagal, AS dan Iran Tak Capai Kesepakatan

catrawarta.com — Pertemuan guna mediasi antara AS dan Iran menemui jalan buntu. Tidak ada kesepakatan damai antara kedua pihak. Bahkan tidak tercapai...

Tim juru runding Iran dalam pertemuan dengan AS.(Sumber: instagram iraninindonesia)

catrawarta.comPertemuan guna mediasi antara AS dan Iran menemui jalan buntu. Tidak ada kesepakatan damai antara kedua pihak. Bahkan tidak tercapai kesepakatan pada poin-poin yang telah diajukan masing-masing negara.

Akibatnya, upaya diplomatik tingkat tinggi untuk mengakhiri ketegangan bersenjata berakhir tanpa kesepakatan. Seperti laporan BBC Indonesia, Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengonfirmasi negosiasi maraton yang berlangsung di Pakistan gagal membuahkan titik temu setelah pihak Iran menolak syarat-syarat yang diajukan oleh Washington.

Pertemuan yang dimulai sejak Sabtu (11/04/2026) di Islamabad awalnya membawa secercah harapan bagi stabilitas global. Namun, dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu (12/04/2026), Vance menyatakan bahwa meskipun diskusi berjalan substantif, perbedaan visi antara kedua negara masih terlalu lebar untuk dijembatani.

“Kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan Iran, itu kabar baiknya. Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Menurut saya, ini adalah kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk daripada bagi AS,” ujar Vance.

Tunjukkan Itikad Baik

Vance menekankan delegasi Amerika Serikat telah menunjukkan fleksibilitas dan itikad baik selama proses perundingan. Kendati demikian, AS menegaskan tidak akan memberikan konsesi lebih lanjut di luar tawaran terakhir yang telah disampaikan kepada delegasi Teheran sebelum meninggalkan lokasi pertemuan.

“Kami meninggalkan tempat dengan sebuah proposal yang sangat sederhana, sebuah pemahaman bahwa ini adalah penawaran terakhir dan terbaik dari kami. Kita lihat saja apakah pihak Iran akan menerimanya,” tegas Vance, sembari menambahkan bahwa Presiden Donald Trump terlibat aktif memantau proses tersebut melalui komunikasi intensif sebanyak belasan kali selama 21 jam negosiasi.

Fokus utama Washington dalam perundingan tetap pada isu nonproliferasi. Vance menyatakan menghentikan ambisi Iran untuk memiliki senjata nuklir, baik untuk saat ini maupun di masa depan, merupakan “tujuan utama” yang tidak dapat ditawar oleh Pemerintahan Trump dalam upaya mencapai perdamaian permanen.

Iran Anggap Tidak Realistis

Di pihak lain, Teheran memberikan perspektif yang berbeda mengenai kebuntuan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menggambarkan dialog di Islamabad sebagai diskusi yang “intens” namun menyindir sikap AS yang dianggap tidak realistis dan cenderung memaksakan kehendak sepihak.

“Keberhasilan negosiasi bergantung pada keseriusan dan itikad baik dari pihak lawan. Kami menyerukan Washington untuk menahan diri dari tuntutan yang berlebihan dan permintaan yang melanggar hukum, serta menerima hak dan kepentingan sah Iran,” kata Baqaei dalam keterangan resminya.

Beberapa isu krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut mencakup stabilitas di Selat Hormuz, kelanjutan program nuklir Iran, hingga mekanisme pengakhiran total perang. Meski Trump sempat menyebut telah menerima proposal 10 butir dari Iran sebagai dasar negosiasi yang dapat dijalankan, realita di meja perundingan menunjukkan hasil yang berbeda.

Pemerintah Amerika Serikat menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Pakistan sebagai tuan rumah. Vance memuji peran Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Panglima Militer Asim Munir yang dinilai telah bekerja luar biasa dalam memfasilitasi pertemuan bersejarah terlepas dari kegagalan kedua pihak mencapai kesepakatan final.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *