Warta

BMKG Catat 180 Gempa Susulan Pascagempa M 7,6 di Bitung

catrawarta.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi 180 gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah...

Badan meteorologi klimatologi dan geofisika bmkg melaporkan telah terjadi 180 gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 76 yang mengguncang wilayah tenggara bitung sulawesi utara pada kamis 24
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi 180 gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4).

catrawarta.comBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi 180 gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4).

Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyampaikan bahwa rangkaian gempa susulan tersebut tercatat hingga pukul 16.15 WIB dengan variasi kekuatan yang berbeda. “Gempa susulan tercatat sebanyak 180 kali, dengan magnitudo terendah M 1,7 dan tertinggi mencapai M 5,8,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Gempa utama terjadi sekitar pukul 05.48 WIB, berpusat di laut dengan jarak sekitar 129 kilometer dari tenggara Bitung, pada kedalaman 33 kilometer. Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah, di antaranya Sulawesi Utara, Gorontalo, hingga Maluku Utara.

Di Ternate, guncangan dilaporkan cukup kuat dengan intensitas mencapai skala V hingga VI MMI. Kondisi tersebut sempat membuat warga keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Selain itu, beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Setelah gempa utama terjadi, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami. Sejumlah wilayah pesisir dilaporkan mengalami kenaikan permukaan air laut, namun situasi berangsur normal sehingga peringatan tersebut kemudian dicabut.

Menurut BMKG, gempa ini termasuk kategori gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas pergerakan kerak bumi dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).

Rahmat menegaskan bahwa kemunculan gempa susulan merupakan hal yang lazim terjadi setelah gempa besar. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan berikutnya.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan serta pendataan dampak yang ditimbulkan. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *