Warta

991 Hektare Sawah Terdampak Bencana Telah Direhabilitasi, 5.333 Hektare dalam Proses

catrawarta.com — Proses rehabilitasi lahan yang terdampak bencana di Sumatra terus digenjot. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera bekerja...

LUMPUR: Warga, Satgas, TNI, Polri, SAR dan lainnya bahu-membahu melakukan pembersihan lumpur dari lahan yang terdampak bencana.(Sumber: kemendagri)

catrawarta.comProses rehabilitasi lahan yang terdampak bencana di Sumatra terus digenjot. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera bekerja keras membersihkan lumpur yang menutupi lahan warga dan lahan produktif lainnya.

Ketua Satgas Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan laporan per 28 Maret, tercatat progres pembersihan lumpur di tiga provinsi terdampak. Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan capaian jumlah lokasi terbanyak. Dari total 476 lokasi yang menjadi target pembersihan.

”Sebanyak 396 lokasi telah berhasil dibersihkan, sementara 80 lokasi lainmya masih dalam proses pengerjaan,” ujar Tito, Sabtu (28/3/2026).

Ia menerangkan, langkah pembersihan lumpur untuk segera memulihkan aktivitas masyarakat serta memastikan fasilitas publik yang sempat terdampak banjir dan longsor dapat kembali berfungsi normal. Begitu pula rehabilitasi sawah untuk menjaga pasokan beras dan mempercepat pemulihan kehidupan petani.

Pembersihan Lumpur di Sumut

Sementara itu di Sumut, dari total 24 lokasi yang menjadi target pembersihan, sebanyak 20 lokasi telah berhasil dibersihkan, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan. Adapun di Sumbar, proses pembersihan lumpur telah rampung sepenuhnya. Sebanyak 29 lokasi terdampak telah tuntas 100 persen.

Tito menjelaskan, capaian pembersihan lumpur sejalan dengan progres lahan sawah yang berhasil direhabilitasi. Berdasarkan data Satgas PRR 28 Maret, dari total 42.702 hektar sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi sawah di tiga provinsi terdampak, sebanyak 991 hektare telah berhasil direhabilitasi, sementara sebanyak 5.333 hektare masih dalam proses penanganan.

Ia menjelaskan secara rinci, Provinsi Aceh dari 31.464 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 42 hektare sawah berhasil direhabilitasi. Di Sumut dari 7.336 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 170 hektare berhasil direhabilitasi. Di Sumbar dari 3.902 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 779 hektare berhasil direhabilitasi.

Percepat Pemulihan Lahan

Pembersihan lumpur, tandas Tito, menjadi fokus utama pemerintah untuk mempercepat pemulihan di sejumlah titik terdampak. Pasalnya, lumpur menjadi problem yang paling utama di lowland (dataran rendah).

”Kita sudah mencatat tim merekap di mana saja titik-titiknya. Kita memiliki titiknya, jumlahnya lebih kurang 445 di tiga provinsi. Yang sudah diselesaikan di Sumatera total semuanya 84 persen, tinggal 16 persen lagi,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan pihaknya sedang berusaha menormalisasi sungai di tiga provinsi terdampak yang penuh dengan sedimentasi lumpur. Normalisasi sungai sangat penting untuk mencegah banjir susulan dan mendukung irigasi untuk sawah dan tambak warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *