catrawarta.com — Jumlah pemudik tahun 2026 ini menurun dibandingkan tahun 2025 lalu. Juga menurun dibandingkan tahun 2024. Pemudik tahun 2026 sekitar 143 juta, setahun sebelumnya 146 juta dan tahun 2024 mencapai 193 juta.
Hal itu menunjukkan mobilitas masyarakat Indonesia pada setiap Lebaran sangat tinggi. Penurunan jumlah pemudik bisa karena berbagai faktor. Jumlah yang tinggi karena berbagai faktor juga antara lain sarana transportasi yang semakin memadai.
Pemudik lebih mudah menjangkau kampung halaman menggunakan kendaraan sendiri karena tersedia jalan tol dan jalan nasioal ke berbagai wilayah. Bahkan ada mudik bareng dari instansi pemerintah dan swasta yang mempermudah masyarakat pulang ke daerah asal.
Dampak mudik tentu sangat besar terutama menggerakkan ekonomi masyarakat. Bayangkan berapa jumlah uang yang beredar saat perjalanan mudik, ketika di kampung dan perjalanan balik. Sangat banyak dan hampir seluruh lapisan masyarakat merasakannya.
Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan memiliki pendapat yang sama. Mudik dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Ia mengatakan kebutuhan konsumtif bakal melonjak dan aktivitas ekonomi bergerak dari kota besar hingga ke pelosok desa.
Tradisi Budaya Menghidupkan Ekonomi
Buya Amirsyah menjelaskan transformasi ekonomi pada mudik Lebaran membuat moda transportasi mengalami peningkatan signifikan. Dengan demikian mudik tidak hanya sebagai tradisi budaya, tetapi juga tradisi sosial ekonomi.
”Kondisi tersebut menciptakan perputaran uang dalam jumlah besar yang dapat memicu aktivitas perdagangan, menggerakkan sektor ril, pariwisata maupun UMKM. Semua terlibat dan merasakan dampak mudik,” tandasnya.
Menurutnya, aktivitas mudik menciptakan efek domino yang sangat luas meskipun hanya sesaat yakni pada Lebaran. Namun demikian, hal ini sudah menjadi stimulus bagi perekonomian di tengah gejolak ekonomi global yang sangat dinamis.
Mudik, tambahnya, menjadi momen ketika uang mengalami transformasi ke daerah asal. Ada sebanyak 60 persen perputaran uang mudik terjadi di Pulau Jawa karena mayoritas pemudik berasal dari wilayah tersebut. Ketika ini terjadi tak hanya saat Lebaran tentu distribusi perekonomian akan lebih merata.
Hal yang sama juga disampaikan anggota DRPD DIY Eko Suwanto. Ia berharap pemerintah semakin memfasilitasi para pelaku usaha terutama UMKM ketika Lebaran tiba. Perekonomian rakyat bakal menggeliat dan semua pihak termasuk pemerintah bisa merasakan dampaknya.

Makanan Lebaran Banyak Mengandung Lemak dan Gula, Jaga Diri Jangan Asal Makan 