catrawarta.com — Masyarakat di daerah bencana tak perlu khawatir karena bahan pokok terutama beras bisa untuk nema bulan ke depan. Bahkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian telah melakukan cek ke gudang Bulog.
”Saya telah mengonfirmasi langsung kepada Bulog terkait ketersediaan stok beras untuk daerah terdampak bencana, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” jelas Tito.
Ia mengungkapkan beberapa daerah di Aceh, stok beras bahkan mampu mencukupi lebih dari enam bulan. Di gudang Lhokseumawe ada 28.000 ton beras, cukup untuk sembilan bulan.
Kendati demikian, ia menyebutkan tantangannya bagaimana stok beras dapat terdistribusikan ke daerah-daerah bencana, terutama wilayah yang sulit.
Mendagri juga menyampaikan komitmen pemerintah segera memulihkan sektor pertanian di daerah terdampak, termasuk Aceh.
Terlebih, salah satu program prioritas pemerintah yakni swasembada pangan sehingga sektor pertanian menjadi perhatian utama. Menteri Pertanian sudah membuat program untuk menghidupkan kembali lahan-lahan sawah yang sudah ada, supaya normal, bahkan optimal.
Bantuan Rumah untuk Korban
Tito menambahkan ada bantuan bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan, kategori ringan, sedang, maupun berat. Ia minta kepala daerah segera menyiapkan data terdampak sebagai acuan pemerintah menyalurkan bantuan.
Mengenai besaran bantuan, ia memaparkan, masyarakat dengan rumah rusak ringan memperoleh bantuan sebesar Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta.
”Masyarakat yang rumahnya rusak berat, termasuk yang hilang, mendapat ganti berupa hunian tetap (huntap). Pemerintah juga menyiapkan bantuan lain, seperti Dana Tunggu Hunian (DTH) selama proses pembangunan huntap berlangsung,” imbuh Tito.

Matinya Nalar Publik 