Catra Cendekia, Warta

Alarm Bahaya Bagi Dunia, Obesitas Menyerang 4 Miliar Orang

catrawarta.com — Obesitas atau kegemukan merupakan persoalan global. Tak hanya di negara berkembang yang masyarakatnya malas bergerak seperti Indonesia tapi juga negara-negara...

BERAT: Olahraga menjadi salah satu opsi menurunkan berat badan.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comObesitas atau kegemukan merupakan persoalan global. Tak hanya di negara berkembang yang masyarakatnya malas bergerak seperti Indonesia tapi juga negara-negara lain.

Tanpa upaya pencegahan yang nyata, obesitas bakal melanda seluruh isi bumi yang jumlahnya bisa mencapai 4 miliar orang. Bayangkan, orang dengan jumlah sebanyak itu berjalan bersama atau berkumpul dalam ruangan yang sama!

Kondisi tersebut tentu memerlukan penanganan serius. Penting sekali melakukan pencegahan sejak dini agar Indonesia tak masuk menjadi negara dengan penduduk gemuk terbanyak di dunia. Pasalnya, kegemukan merupakan awal sumber penyakit.

Ponco Agus Prasojo dalam tulisannya di radjakhospital.com menjelaskan berdasarkan pernyataan organisasi Kesehatan dunia (WHO), kegemukan merupakan akumulasi lemak abnormal yang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Indonesia, termasuk yang tren obesitasnya menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu.

Beberapa Penyebab Obesitas

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami kegemukan. Faktor itu antara lain, genetika atau keturunan, gaya hidup dan pola makan, penyakit atau obat, usia dan juga kondisi stress. Orang hamil juga bisa mengalami obesitas.

Mereka yang mengalami obesitas berisiko terpapar penyakit. Ini beberapa risiko bagi mereka yang kegemukan yakni penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker, gangguan pencernaan, gangguan saluran udara saat tidur, dan kerawanan pada tulang terutama sendi.

Bagaimana cara mengatasi obesitas? Ada dua hal yakni pendekatan bedah ketika seseorang tak bisa lagi mengendalikan nafsu makan. Berikutnya, nonbedah dengan kesadaran menurunkan berat badan, mengurangi makanan berisiko, diet, olahraga dan lainnya.

Kebutuhan Ahli Gizi

Selain itu, perlu keberadaan ahli gizi atau dietisien. Mereka menjadi garda depan edukasi masyarakat mengenai gizi agar pola hidup sehat meningkat. Pola hidup sehat sekaligus menjadi kunci mencegah obesitas.

Karena itulah, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM melantik 33 dietisien baru. Pelantikan profesi ahli gizi ini menjadi langkah strategis untuk menjawab ancaman obesitas global yang diprediksi menyerang 4 miliar.

”Kehadiran dietisien mampu menekan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan jantung melalui pendekatan gizi yang manusiawi dan berbasis ilmu pengetahuan. Mereka berada di garis terdepan sistem kesehatan melalui pendekatan manusiawi yang berempati,” tanfas Dekan FK-KMK UGM, Prof Yodi Mahendradhata.

Para dietisien tersebut yang membantu masyarakat memahami makanan kesehatan yang baik guna menjaga tubuh supaya tidak mengalami obesitas. Jumlah mereka belum sebanding dengan jumlah penduduk yang mengalami obesitas sehingga perlu dorongan agar lahir dietisien baru yang akan menyebar ke seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *