catrawarta.com — Praktik penipuan digital semakin beragam. Akhir-akhir ini yang sedang tren yakni iming-iming pelunasan utang. Penawaran seperti itu banyak di media sosial maupun pesan berantai melalui WhatsApp.
Ketua OJK DIY, Eko Yunianto mengungkapkan modus tersebut dalam dialog denga media massa. Ia mengatakan pihaknya selalu memantau informasi-informasi terkait penipuan digital yang sedang marak.
”Saat ini sedang marak penipuan dengan menawarkan pelunasan utang. Pelaku menghubungi orang secara acak kemudian memberi iming-iming membantu melunasi utang,” papar Eko.
Pelaku kemudian menawarkan program pelunasan utang dan berjanji akan mencairkan uang sejumlah utang. Calon korban diminta menstransfer uang 1 persen atau berapa persen dari nilai utang agar pelunasan bisa segera dilakukan.
Setelah calon korban mentransfer, pelaku akan langsung memblokir nomor kontak. Sudah banyak korban yang tertipu dengan modus seperti itu. Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga.
Penipuan Marak Menjelang Lebaran
Eko juga menjelaskan penipuan digital semakin meningkat menjelang Lebaran. Tren setiap tahun begitu, menjelang Hari Raya pasti banyak praktik penipuan. Modusnya semakin canggih.
Penipu juga memanfaatkan teknologi. Mereka menggunakan kecerdasan buatan guna menipu calon korban. Bisa dalam bentuk suara, bisa juga wajah atau video call.
”Kita harus semakin hati-hati karena modusnya sudah canggih, menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Call fake ini yang paling sering terjadi,” imbuhnya.
Saat ini OJK sudah memiliki Indonesia Anti Scam Centre (IASC) sebagai upaya melindungi masyarakat dari praktik penipuan online. Korban penipuan bisa membuka laman IASC OJK ketika menjadi korban penipuan. Laporan sebaiknya secepat mungkin supaya uang segera kembali.
”Kalau laporannya bisa kurang dari 1 jam, kemungkinan bisa menyelamatkan kerugian. Persoalannya, banyak yang lapor setelah beberapa jam atau malah beberapa hari,” ujar Eko.

Banser Datang di Pemeriksaan Yakut, Dukungan atau Tekanan Massa? 