catrawarta.com — Dugaan pelecehan seksual yang menimpa salah satu atlet kickboxing tak segera memperoleh tanggapan. Aparat bergerak cepat setelah kasus tersebut viral dan korban berani mengungkapkan secara terbuka ke ruang publik. Sungguh butuh keberanian luar biasa dari korban pelecehan.
Dalama akun instagram @viona_dinda, kisah pahit tersebut dituliskan. Ia menulis pada tahun 2024 telah menceritakan kasusnya pada Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PPKBI). Juga melakukan laporan ke manajer dan pelatih timnas.
”Manajer menyarankan saya untuk langsung melapor ke polisi, PPKBI, NOC dan KONI Jatim agar kasus segera ditindanlanjuti,” ungkap Viona Dinda seperti tertulis dalan akunnya.
Ia menceritakan telah melaporkan kasusnya ke Ketua Umu PPKBI pada Januari 2025 melalui surat resmi. Ada kepercayaan organisasi akan melindungi atletnya. Namun, proses bari dimulai pada Juni 2025. Rentang waktu yang sangat jauh dan lama.
Sayangnya, tidak ada sanksi bagi pelaku yang dilaporkan. Pelaku tetap menduduki jabatannya dan masih bebas berada di lingkunga olahraga. Korban kembali lapor ke KONI Jawa Timur tapi lagi-lagi tidak ada sanksi apapun.
Fitnah Muncul Menimpa Korban
Sebaliknya, muncul fitnah pada korban. Tidak ada penyesaian tetapi malah muncul kasak-kusuk yang menyatakan korban telah melakukan fitnah. Kondisi semacam itu sering terjadi di Indonesia dalam berbagai kasus. Korban yang harusnya mendapat perlindungan tetapi justru menjadi ”pelaku”.
Tidak ada kejelasan penyelesaian internal, korban melaporkan kasus yang menimpanya ke Polda Jawa Timur pada Juli 2025. Ia harus menunggun dalam waktu yang lama. Bukan cukup lama tetapi sangat lama.
”Akhirnya baru pada Februari 2026, pelaku resmi ditetapkan sebagai tersangka. Usai keluar penetapan tersangka, organisasi baru menetapkan penonaktifan pelaku,” tulis korban.
Pelecehan Cabang Olahraga Lain
Pelecehan seksual juga menimpa atlet cabang olahraga lain yakni panjat tebing. Korban tidak hanya satu tapi beberapa seperti halnya pada kickboxing. Kasus tersebut mendapat tanggapan serius Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.
Ia menegaskan mengutuk keras segala bentuk pelecehan dalam dunia olahraga. Kementerian berdiri di belakang para atlet dan berharap aparat memberi hukuman sesuai dengan aturan yang ada.
Kementerian menyatakan tidak ada ruang toleransi bagi pelaku pelecehan seksual. Ia bahkan minta supaya pelaku tidak mendapat tempat lagi selama hidupnya pada cabang olaraga apapun.

Kurator Idealis, Mengapa Tidak? 