catrawarta.com — Konflik Timur Tengah, perang Amerika Serikat dan Israel yang menyerang Iran berdampak pada banyak hal. Salah satunya harga minyak dunia melejit. Namun demikian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sudah menyatakan tidak ada kenaikan BBM subsidi.
Selain produksi minyak yang berkurang akibat serangan ke sumber-sumber minyak, jalur distribusi di Selat Hormuz juha ditutup. Bahkan dua kapal tanker Indonesia bersandar di sana karena belum bisa lewat. Para diplomat masih melakukan negosiasi agar kapal bisa lewat.
Diplomasi dibayang-bayangi jalan buntu karena posisi Indonesia yang dinilai banyak pihak tidak netral. Keberadaan Indonesia sebagai anggota Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump menjadi kendala. Ada anggapan ketidaknetralan pihak Indonesia.
Terhentinya jalur distribusi menjadikan harga mengalami kenaikan. Kali ini harga minyak mentah mencapai di atas 100 USD per dolar. Sebelumnya, selalu di bawah 100 USD per barel atau pada kisaran 90an USD per barel.
Jalur distribusi sebenarnya bisa melintasi wilayah lain tetapi dengan ongkos transportasi yang sangat mahal, bisa berlipat-lipat. Kondisi tersebut menurut para pakar membuat berat bagi dunia industri maupun konsumen.
Harga BBM Subsidi Tidak Naik
Sementara itu, Pemerintah Indonesia memutuskan tidak ada kenaikan harga BBM subdisi terutama hingga Lebaran mendatang. Juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia menegaskan tidak ada rencana kenaikan harga BBM sebelum Lebaran.
Ia berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi beli berlebihan. Menurutnya stok BBM masih aman dan mencukupi. Ia juga minta masyarakat tidak terprovokasi dengan berbagai informasi yang menyesatkan di media sosial.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyampaikan hal yang sama. Ia memberi klarifikasi mengenai stok BBM yang hanya cukup untuk 20 hari. Ia menjelaskan, kapasitas penampungan BBM Indonesia memang hanya untuk 25 hari.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, selama ini memang ada pembelian minyak mentah dari Timur Tengah tetapi jumlahnya tidak begitu banyak. Dengan adanya konflik di sana, tentu pasokan minyak mentah terganggu.
Kendati demikian, Bahlil menegaskan sudah ada cadangan pembelian dari negara lain sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah bisa mengalihkan pembelian ke Amerika Serikat, Nigeria atau Brasil.

WR Supratman, Sang Penyemangat Kebangsaan 