Warta

Sampah Bantargebang Longsor, Empat Orang Meninggal dan Lainnya dalam Proses Pencarian

catrawarta.com — Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat memakan korban. Empat orang meninggal akibat tumpukan sampah longsor. Keempat...

TURUN: Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol turun memantau evakuasi korban longsor sampah di Bantargebang.(Sumber: KLH)

catrawarta.comTempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat memakan korban. Empat orang meninggal akibat tumpukan sampah longsor. Keempat korban merupakan orang yang terbiasa di daerah tersebut.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan korban meninggal yakni pedagang warung kopi Enda W, pemilik warung Sumine dan sopir truk sampah Dedi Sutrisno. Satu lagi belum diketahui nama dan identitasnya.

Selain korban meninggal, ada dua korban yang selamat yakni Setiabudi dan Johan. Tim SAR dapat menemukannya tertimbun longsoran sampah. Korban meninggal dan selamat dibawa ke rumah sakit terdekat untuk keperluan medis sekaligus pendataan.

Sejumlah saksi di lokasi kejadian mengungkapkan tumpukan sampah di Bantargebang longsor pada Minggu (8/3/2026). Saat itu banyak pekerja, pemulung yang sedang beraktivitas. Tiba-tiba, limbah yang sudah menjulang ambrol dan menimpa mereka yang sedang bekerja.

Bukan hanya pekerja dan pemulung yang terkena longsoran, truk sampah yang sedang antre untuk menurunkan bawaan juga ikut tertimbun. Mereka tak sempat menyelamatkan diri karena dalam hitungan detik sampah longsor.

Antar ke Daerah Asal

Desiana menjelaskan, korban meninggal setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit langsung diantar ke daerah asal. Ada yang ke Banten, ada pula ke Karawang.

Saat ini petugas masih melakukan penyusuran karena informasi saksi, ada 10 orang yang menjadi korban. Mereka adalah sopir truk yang sedang antre dan pekerja serta pemulung.

Dari 10 korban tersebut, empat korban meninggal sudah ditemukan dan dua orang selamat. Sisanya masih dalam proses pencarian.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol mengatakan akan memanggil pengelola TPST Bantargebang guna melakukan klarifikasi dan penjelasan. Kementerian melalui Deputi Penegakan Hukum juga sudah langsung turun ke lokasi.

Ia menegaskan tentu harus ada yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Dalam aturan dan UU ada ketentuan ketika terjadi kerusakan yang mengakibatkan kematian ada sanksi hukumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *