Warta

TAQI, Wadah Disabilitas Netra, Tuli dan Bisu Pahami Qur’an

catrawarta.com — Ramadan mengingatkan umat Islam,  bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh manusia (Hudan lin-Naas). Untuk itu, kesempatan membaca dan memahami Al-Qur’an...

Kepala LPMQ Abdul Aziz Shidqi saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Tadarus Al-Qur'an Inklusi (TAQI)

catrawarta.comRamadan mengingatkan umat Islam,  bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh manusia (Hudan lin-Naas). Untuk itu, kesempatan membaca dan memahami Al-Qur’an juga harus disiapkan bagi semua pihak, termasuk kalangan disabilitas netra, tuli dan bisu. 

Untuk mewadahi mereka Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama menyajikan program baru pada Ramadan 1447 H. Program yang dimakaud yakni Tadarus Al-Qur’an Inklusi (TAQI).

“Semangat Tadarus Al-Qur’an Inklusi (TAQI) memastikan, saudara-saudara kita penyandang disabilitas tidak tertinggal dalam meraih keberkahan Ramadan,” tegas Kepala LPMQ Abdul Aziz Shidqi dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu  (22/2/2026).

TAQI digelar secara online melalui zoom, setiap Senin sampai Kamis, jam 12.50 – 14.00, mulai 23 Februari – 12 Maret 2026. Untuk keperluan ini, LPMQ telah menyiapkan dua mushaf Al-Qur’an bagi disabilitas, yaitu Al-Qur’an Braille dan Al-Qur’an Isyarat.

Mushaf Al-Qur’an Braille, kata Abdul Aziz, disiapkan agar bisa menjadi cahaya bagi disabilitas netra. Mushaf Al-Qur’an Braille memudahkan mereka untuk berinteraksi dengan wahyu. 

“Melalui Mushaf Al-Qur’an Braille yang telah ditashih (diperiksa ketepatannya) oleh LPMQ, jemari mereka kini menjadi “mata” yang mengeja setiap huruf firman Allah,” jelas Abdul Aziz. 

Harmoni Spiritual

Ia menjelaskan, tadarus Braille menciptakan harmoni spiritual yang luar biasa, dan membuktikan, keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menghafal dan mencintai Al-Qur’an.

Al-Qur’an Isyarat ini, kata Abdul Aziz, menjadi terobosan LPMQ agar firman Allah juga bisa terpancar lewat gerak untuk dipahami disabilitas tuli dan bisu. Al-Qur’an Isyarat menjadi inovasi LPMQ paling mutakhir dalam inklusivitas ibadah. Keberadaan Al-Qur’an Isyarat in diharapkan memudahkan akses teman tuli (tuli dan bisu) untuk memahami Al-Qur’an.

“LPMQ telah menyusun Mushaf Al-Qur’an Isyarat yang menggunakan metode kitabah dan tilawah. Dalam kegiatan Tadarus Al-Qur’an Inklusi (TAQI), teman tuli dapat mempelajari makna ayat melalui gerakan tangan yang sistematis dan terstandar,” sebutnya.

Meruntuhkan Sekat Keterbatasan Fisik

Dijelaskan Abdul Aziz, kehadiran Al-Qur’an Braille dan Al-Qur’an Isyarat adalah bentuk nyata dari pengamalan nilai-nilai Al-Quran di era modern. Jika dahulu Al-Qur’an turun untuk meruntuhkan sekat-sekat kelas sosial di Makkah,  hari ini, layanan LPMQ hadir untuk meruntuhkan sekat-sekat keterbatasan fisik.

“Keadilan Al-Qur’an berarti setiap hamba memiliki hak yang sama untuk mendekat kepada Sang Pencipta,” jelasnya.

Melalui TAQI, Abdul Aziz berharap Ramadan tahun ini benar-benar menjadi musim semi bagi semua hati. Tidak ada lagi alasan “tidak mampu membaca” karena akses telah dibuka lebar, baik melalui sentuhan jemari maupun bahasa isyarat yang penuh makna.

Mari jadikan bulan suci Ramadan ini sebagai momentum untuk mendukung ekosistem Al-Qur’an yang inklusif. Ramadan adalah pengingat, Al-Qur’an diturunkan sebagai rahmat bagi semesta alam—tanpa kecuali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *