catrawarta.com — Jika beberapa waktu lalu Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo mencanangkan ‘Yogya Tanpa Rumput’, seolah tak mau ketinggalan Kodim 0734 Yogya pun ternyata memiliki istilah yang sebenarnya telah digulirkan sejak 2025 lalu yakni ‘Jogja Cling’. Kini slogan tersebut semakin digaungkan menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan kebersihan sekaligus membangun mentalitas.
‘Jogja Cling’ merupakan aksi sosial yang diinisiasi Komandan Kodim 0734 Yogya Kolonel Inf Arif Setiyono pada awal menjabat di Yogyakarta pertengahan tahun 2025 lalu. Pemkot Yogya bahkan merespons positif dan berkolaborasi untuk Gerakan kebersihan yang menjadi prioritas pembangunan pada era kepemimpinan Walikota/Wakil Walikota Hasto Wardoyo-Wawan Harmawan.
Walikota Yogya Hasto Wardoyo memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Kodim 0734 Kota Yogya atas konsistensinya dalam melaksanakan Gerakan ‘Jogja Cling’ dan terus berlanjut hingga sekarang.
Bukan Kegiatan Sesaat
Menurut Hasto, keberlanjutan program ini menunjukkan, ‘Jogja Cling’ bukan kegiatan sesaat, melainkan gerakan bersama yang terencana, berkesinambungan dan berdampak nyata bagi kebersihan serta kualitas lingkungan Kota Yogya.
“Kolaborasi untuk membangun mentalitas dan kesadaran lingkungan memang menjadi tanggung jawab kita semua,” tandasnya didampingi Dandim 0734 Kolonel Inf Arif Setiyono ketika meluncurkan gerakan ‘Jogja Cling’ di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTHY), Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan kerja bakti serentak di 14 titik lokasi yang tersebar di 14 kemantren/kecamatan di Kota Yogya. Hasto mengungkapkan, sejak 2025 keterlibatan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Yogya turut nyengkuyung atau mendukung kegiatan bersih-bersih lingkungan yang berawal dari penanganan persoalan sampah.
“Saya kira itu bentuk kegotongroyongan dari teman-teman Forkopimda terhadap kebersihan di Kota Jogja. Diawali dari sampah sebetulnya,” katanya.
Walikota berharap, gerakan ‘Jogja Cling’ tidak bersifat musiman atau hanya menyasar titik-titik tertentu. Ia menginginkan, gerakan ini menjangkau seluruh wilayah Kota Yogya. “Saya selalu sampaikan jangan ada sampah dan jangan ada rumput liar. Sampah, rumput liar, itu kita bersihkan secara rutin di 14 titik. Semua turun. Saya kira ini inti yang bisa menyelesaikan masalah,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0734 Kota Yogya Kolonel Inf Arif Setiyono, menyampaikan pelaksanaan ‘Jogja Cling’ sepanjang 2025 telah memberikan dampak positif bagi Kota Yogya. Terutama dalam membangun mentalitas dan kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan.
Pada 2026 kegiatan ’Jogja Cling’ akan dilaksanakan sepanjang tahun, dimulai Maret hingga Desember. Program ini juga akan memprioritaskan penataan dan pembersihan trotoar agar kembali menjadi hak pejalan kaki.
“Sebagaimana sudah menjadi prioritas Pak Walikota, tahun 2026 kita ingin menyentuh sisi trotoar yang akan kita kembalikan menjadi hak pejalan kaki, termasuk membersihkannya dari sampah non-organik maupun rumput liar yang tidak pada tempatnya,” jelasnya.
Pihaknya menambahkan, kegiatan ‘Jogja Cling’ akan dilaksanakan setiap minggu dengan menyasar 14 titik secara bergantian. Kodim 0734 Kota Yogya juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya untuk menentukan lokasi-lokasi yang akan dikerjakan sebagai lokasi sasaran Jogja Cling setiap minggunya.

Skandal Dana Syariah dan Runtuhnya Kepercayaan yang Dijual Atas Nama Moral 