catrawarta.com — catrawarta.com – Kekerasan demi kekerasan terjadi di Tanah Papua. Ini membuat prihatin banyak pihak terutama warga setempat. Kepala Suku Besar Kamoro Kabupaten Mimika, Timotius Samin mengungkapkan duka mendalam atas kekerasan yang terjadi di Kabupaten Yahukimo.
”Jatuhnya korban dari kalangan guru dan pegawai sebagai tragedi kemanusiaan yang memukul rasa keadilan dan kemanusiaan masyarakat Papua,” tutur Timotius penuh prihatin.
Peristiwa tersebut menimbulkan kesedihan mendalam, khususnya karena korban berasal dari tenaga pendidik yang tengah menjalankan tugas pengabdian di wilayah pedalaman. Mereka merupakan sukarelawan yang ingin membuat anak-anak maju mengembangkan talentanya.
Timotius menyampaikan ucapan duka cita atas kejadian di Yahukimo, terutama kepada para guru dan pegawai yang menjadi korban. Mereka datang untuk mengabdi, mencerdaskan anak-anak, namun justru menjadi sasaran tindakan keji dari oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kekerasan Melanggar Kemanusiaan
Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap tenaga pendidik dan masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Menurutnya, perbuatan tersebut telah melanggar nilai kemanusiaan serta merusak rasa aman masyarakat.
”Kami sangat prihatin dan mengecam keras aksi pembunuhan terhadap guru maupun pegawai. Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga serangan terhadap dunia pendidikan dan masa depan generasi muda Papua,” tandasnya.

Secara tegas, ia menyatakan dukungan kepada aparat keamanan untuk mengambil langkah tegas pada para pelaku. Ia berharap proses penegakan hukum dapat dilakukan secara adil dan terukur agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
”Kami mendukung penuh aparat keamanan untuk menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada toleransi terhadap aksi kekerasan yang menghilangkan nyawa orang lain,” tegas Timotius.
Jaga Situasi Aman
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Ia menilai stabilitas keamanan sangat penting agar pelayanan pendidikan dan pemerintahan dapat terus berjalan.
”Tetap tenang, tidak terprovokasi, dan bersama-sama menjaga kedamaian. Papua harus dibangun dengan hati yang damai, bukan dengan kekerasan,” tandasnya.
Timotius menyampaikan doa bagi seluruh korban meninggal dunia agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Harapannya, tak ada lagi kekerasan.

RSKIA Sadewa Kini Jadi RSU, Layanan Makin Lengkap 