Catra Budaya

Dampingi Yani Saptohoedojo, Perempuan Pejabat Sleman Baca Puisi

catrawarta.com — Suasana puncak peringatan 101 Tahun RM Saptohoedojo berlangsung sakral penuh makna. Puluhan perempuan pejabat OPD Pemerintah Kabupaten Sleman bergantian baca...

Perempuan Pejabat Kabupaten Sleman foto bersama usai berpuisi di Galeri Saptohoedojo. Foto: Wahju Jaja

catrawarta.comSuasana puncak peringatan 101 Tahun RM Saptohoedojo berlangsung sakral penuh makna. Puluhan perempuan pejabat OPD Pemerintah Kabupaten Sleman bergantian baca puisi. Mereka mengangkat tema “Cinta dan Kerja”.

Perhelatan digelar di pendopo utama Galeri Saptohoedojo, Kamis (5/2/2026) malam. Tak seperti biasanya dimana sering hujan, malam hadir penuh cahaya. Para perempuan yang rutinitasnya kerja di pemerintahan, hadir di altar dengan puisi-puisi sarat makna dan penampilan yang memukau.

Masing-masing membaca puisi dengan penuh penghayatan. Meski rata-rata baru pertama kali baca puisi tetapi dari kepolosan itulah muncul keindahan dan kesahajaaan. Tiap bait yang dibaca pun lebih mudah dipahami. Yani Saptohoedojo pun terlihat bahagia menyimak puisi demi puisi yang dibawakan.

Triana Wahyuningsih SSi MT (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman mengawali pembacaan puisi. Diikuti oleh Dra Shavitri Nurmala Dewi MA (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman), Anita Septiana AMd (Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman), Novita Krisnaeni MPH (Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman).

Selanjutnya, tampil Purwati SH MH (Penewu Prambanan), Dra RR Mae Rusmi Suryaningsih MT (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman), Yani Saptohoedojo dan Ratu Siti (Owner Butik OOTD Malioboro Mall). Acara dipandu oleh Sabatina Rukmi Widiasih dihadiri Ansori dan En Roel yang menggelar Pameran “Gothak Gathuk Pethuk” serta sejumlah tamu undangan dan jurnalis. 

Dalam sambutannya, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo, Wahjudi Djaja SS MPd menyampaikan, 101 Tahun Saptohoedojo menjadi momentum penting untuk membuka dan menghidupkan rekaman perjalanan hidup bangsawan seniman kelahiran Surakarta ini.

“Ke depan Galeri Saptohoedojo kita harapkan menjadi oase dan gerbang timur budaya Yogyakarta. Setiap bulan kami gelar agenda seni budaya, termasuk sekolah seni dan pentas sastra. Semoga dengan demikian, generasi muda bisa belajar dan meneladani Saptohoedojo”, tandasnya. 

Rencananya mereka akan tampil kembali memeriahkan peringatan Hari Kartini yang beriringan dengan pemeran lukis 21 perempuan dari Yogyakarta dan Surakarta pada 17-22 April 2026. Rangkaian Pekan Kebudayaan Saptohoedojo yang digelar 1-7 Februari 2026 rencananya akan menjadi agenda tahunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *