catrawarta.com — Tiongkok harus bersiap-siap menghadapi hingga tiga badai topan menyusul dampak dahsyat Bavi dan Maysak di perbatasan Vietnam. Kali ini, pemerintah mengabarkan badai berikutnya berpotensi terbentuk di sebelah timur Laut Cina Selatan akan sangat berat.
Lembaga berwenang Tiongkok mengungkapkan curah hujan yang tinggi dan meluas masih terjadi di seluruh negeri, termasuk di wilayah-wilayah yang sedang dalam masa pemulihan akibat badai sebelumnya.
Permukaan air sungai dan danau di sejumlah daerah masih meluap dan kondisi tanah telah jenuh air sepenuhnya, sehingga meningkatkan risiko banjir bandang, aliran deras dari pegunungan, serta tanah longsor secara signifikan.
Laporan South China Morning Post menyebutkan Badan Meteorologi Tiongkok, tiga badai topan diperkirakan akan terbentuk di wilayah barat laut Samudra Pasifik dan Laut Cina Selatan dalam 10 hari ke depan yang di mana juga berdekatan dengan wilayah Indonesia.
Depresi Tropis Filipina
Masih dari laporan yang sama, depresi tropis di sebelah timur Filipina diperkirakan akan menguat dan berdampak pada wilayah Tiongkok bagian selatan. Badai diperkirakan akan bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan hingga 30 km/jam (sekitar 19 mil/jam) menuju bagian timur laut Laut Cina Selatan.
Menurut Badan Meteorologi Tiongkok, dadai dapat bergerak lebih dekat ke Hong Kong selama akhir pekan. Apabila mencapai kekuatan topan, badai tersebut akan diberi nama Noul, sebuah nama dari Korea Utara yang berarti ”langit merah yang berpijar”.
Observatorium Hong Kong menyatakan bahwa badai tersebut diperkirakan akan mencapai daratan di Provinsi Guangdong bagian selatan pada Minggu (27/7/2026) pagi, dengan kecepatan angin maksimum di dekat pusat badai mencapai sekitar 120 km/jam.
Dilaporkan pula, suhu permukaan laut di seluruh wilayah Laut Cina Selatan berkisar di angka 30 derajat Celcius. Hal itu menciptakan kondisi ideal bagi peningkatan intensitas lebih lanjut saat badai mendekati pesisir. Menjelang potensi dampak topan tersebut, wilayah Guangdong diperkirakan akan mengalami kenaikan suhu.
Korban dan Kerusakan
Sementara itu Pemerintah Tiongkok juga menyatakan di tengah upaya persiapan menghadapi badai, bayang-bayang Topan Bavi yang menghantam wilayah timur Provinsi Zhejiang pada 11 Juli masih membayangi.
Waktu itu, kecepatan angin mencapai 144 k per jam di pusatnya dan bentangan wilayah seluas sekitar 1.000 km (620 mil). Badai dua kali mendarat di daratan Zhejiang dan memaksa evakuasi hampir 2 juta orang, yang mencakup 1,7 juta jiwa di Zhejiang, 100.000 di Fujian, dan 34.000 di Shanghai. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa secara langsung, namun kerusakan yang ditimbulkan sangat parah.
Beberapa hari sebelumnya, Topan Maysak memicu banjir dahsyat di Guangxi yang menewaskan hampir 40 orang. Warga desa kehilangan tempat tinggal, ternak mati tenggelam, kendaraan terendam air, dan tanaman melati yang berharga hanyut terbawa arus sepenuhnya.

