catrawarta.com — Setiap musim haji, jumlah jemaah lanjut usia (lansia) dari Indonesia cenderung mendominasi. Oleh karena itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) selalu dituntut kesabaran dan memiliki empati yang besar.
Bahkan, seperti disampaikan Anggota Komisi Pengawas Haji Indonesia yang juga Psikolog Alissa Wahid, ada tantangan yang harus dihadapi petugas haji pada musim haji 2026 ,diantaranya kondisi normal lansia yang secara alamiah mengalami penurunan fisik maupun daya tangkap.
Kondisi ini membuat jemaah lansia membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih dari petugas haji. Sedikitnya, ada tiga tantangan utama yang dihadapi jemaah haji lansia.
“Ketiga tantangan itu perlu disikapi secara serius oleh para petugas haji saat melayani di Arab Saudi,” ujar Alissa Wahid di depan peserta Pendidikan dan Latihan (Diklat) PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa (20/1/2026).
Tantangan pertama, kondisi normal lansia yang secara alamiah mengalami penurunan fisik maupun daya tangkap. Kondisi ini membuat jemaah lansia membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih dari petugas haji.
Kedua, berkaitan dengan situasi dan lingkungan di Arab Saudi. Banyak jemaah lansia yang baru pertama kali berada di tempat dengan keramaian besar atau berada di lingkungan yang sama sekali baru bagi mereka.
“Misalnya, mereka baru pertama kali berada di tempat keramaian, atau belum terbiasa di area baru,” ujar Alissa.
Tidak sedikit jemaah lansia yang baru pertama kali melihat bandara. Kondisi tersebut dapat membuat mereka kebingungan, terutama saat proses turun dari pesawat. “Mereka akan bingung saat turun dari pesawat,” karena itu, jemaah haji, khususnya yang telah memasuki usia lansia, sangat bergantung kepada peran dan kesiapan para petugas haji,” papar Alissa.
Tantangan ketiga, kesenjangan teknologi dan informasi. Alissa mengatakan, pemerintah telah memanfaatkan teknologi informasi untuk membantu pelayanan jemaah haji. “Para lansia itu lahir belum kenal teknologi. Kalaupun bawa HP, belum tentu tahu cara menggunakan,” ucap putri Gus Dur ini.
Oleh karena itu, Alissa menyampaikan pesan mendalam kepada PPIH Arab Saudi tahun 2026 yang merupakan perwujudan haji ramah lansia dan ramah perempuan yang diupayakan Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI.
Ia menekankan, misi haji ramah lansia dan ramah perempuan bukan sekadar slogan, melainkan harus diterjemahkan ke dalam standar operasional yang lebih sensitif dan inklusif di lapangan.
Dalam keterangannya, Alisa menyoroti tren jamaah haji Indonesia terus didominasi kelompok lansia dan perempuan. Oleh karena itu, kesiapan fisik, mental dan kebijakan dari PPIH menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan ibadah tahun ini.
Menurutnya, ibadah haji merupakan impian setiap muslim. Sedangkan jemaah haji lansia yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini bisa jadi sudah menunggu puluhan tahun, sehingga petugas haji sebagai representasi kehadiran negara dituntut memberikan pengalaman terbaik bagi jemaah lansia.
Terdapat beberapa poin utama yang ditekankan Alisa Wahid untuk PPIH Arab Saudi 2026. Salah satunya menyangkut peningkatan empati petugas. Ia berharap petugas tidak hanya cakap secara teknis, tetapi memiliki kecerdasan empati dalam menghadapi jemaah lansia yang mungkin mengalami disorientasi atau kelelahan fisik. Apalagi bagi lansia yang baru pertama kalinya naik pesawat terbang maupun pertama kalinya ke luar negeri, sehingga akan mengalami situasi yang membutuhkan responsibilitas petugas.
Sedangkan haji ramah perempuan juga harus dipastikan ketersediaan ruang privasi, kecukupan toilet perempuan untuk mengantisipasi antrean panjang serta pendampingan medis yang memahami isu kesehatan reproduksi dan hormonal perempuan di tengah cuaca ekstrem.
“Hal yang tak kalah penting ialah mitigasi risiko di titik kritis. Misal pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), perlu ada skema pergerakan jemaah yang benar-benar memprioritaskan mereka yang memiliki keterbatasan fisik tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah,” terangnya.

Ketika Hoaks Tak Lagi Kasat Mata: Menguji Daya Kritis Generasi Z di Era Konten AI 