Warta

Mahasiswa Gelar Aksi Demo di Patung Kuda, Sampaikan Mosi Tidak Percaya

Mahasiswa kembali menggelar unjuk rasa di Patung Kuda, Jakarta, serukan mosi tidak percaya pada pemerintahan Prabowo-Gibran.

Line of uniformed police officers standing behind a barricade across a city street blocking traffic with polisi signage visible
BARIKADE: Polisi membentuk barikade guna menghadang para demonstran. (Sumber: Instagram sindonews)

catrawarta.comJakarta kembali diwarnai oleh aksi unjuk rasa. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turun ke jalan dan bertemu di titik Patung Kuda. Mereka menyuarakan berbagai kondisi yang tak juga memperlihatkan perbaikan, sebaliknya semakin parah seperti kasus korupsi. Karena itu, mahasiswa menyampaikan mosi tidak percaya pada pemerintahan Prabowo-Gibran.

Mereka yang turun ke jalan merupakan aliansi beberapa kampus dan organisasi. Sebagian besar mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Paramadina, Universitas Trilogi dan Institut STIAMI.

Demonstran tergabung dalam Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat yang memusatkan aksinya di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Ratusan mahasiswa berjaket almamater mengikuti aksi yang berlangsung sejak siang hari. Sebagian berorasi menyampaikan kondisi dan tuntutan.

Beberapa hari sebelum turun ke jalan, mahasiswa telah menyampaikan undangan terbuka pada seluruh mahasiswa dan masyarakat. Dalam akun Instagram @aliansiunjmelawan, mahasiswa menyampaikan mosi tidak percaya pada pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Rakyat Indonesia hari ini berada dalam titik jenuh terhadap arah kepemimpinan nasional. Ketimpangan sosial, pelemahan kedaulatan sipil dan krisis di berbagai sektor kehidupan menjadi bukti kepercayaan publik terhadap Kabinet Merah Putih – Prabowo Gibran patut dipertanyakan,” ungkap aliansi dalam unggahan di akun resminya.

Tiga Tuntutan Mahasiswa

Melihat kenyataan tersebut, mereka turun ke jalan menyuarakan sejumlah tuntutan. Pertama, kembalikan kedaulatan masyarakat sipil. Kedua, bongkar total sistem negara dan ketiga, selamatkan pendidikan Indonesia. Mereka mengajak mahasiswa, masyarakat, bersuara dan menguatkan barisan.

Aksi kali ini mendapat penjagaan ketat dari aparat. Jumlah mahasiswa yang berdemonstrasi ada di bawah angka 1.000 orang dan polisi menyiapkan pengamanan lebih 4.000 personel.

Sementara itu, aparat tampak berjaga-jaga di jalan menuju lokasi aksi. Mereka membuat barikade, menutup jalan sehingga demonstran tak bisa lewat.

Sementara itu beberapa hari lalu, polisi menangkap salah satu aktivis yang vokal bersuara kritis melalui media sosial. Proses penangkapan yang tanpa menggunakan surat dan terkesan tidak memenuhi prosedur mendapat protes keras dari LBH Jakarta.

Aktivis tersebut, Icad yang juga admin pada akun @TheKerupuk. Ia memang dikenal kritis dengan mengunggah meme yang menyindir pemerintah. Pada 14 Juli 2026 lalu, ia didatangi gerombolan orang tidak berseragam yang mengaku polisi kemudian membawanya ke kantor polisi Polres Metro Tangerang Kota.

Selama proses pemeriksaan, yang bersangkutan tidak diperbolehkan didampingi pengacara atau kuasa hukum yang harusnya menjadi hak seseorang ketika menjalani pemeriksaan. LBH Jakarta menyebut apa yang dilakukan polisi menyalahi prosedur hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *