catrawarta.com — Pusat gudang amunisi TNI di Madiun mengakibatkan 1 anggota TNI meninggal dan 6 lainnya luka-luka. Sejauh ini baru itu yang terdata, aparat TNI dibantu sejumlah komponen masih melakukan penelusuran guna mencari korban lain. Sementara lokasi di sekitar kini ditutup dalam pengamanan petugas.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangan pers sercara langsung mengungkapkan insiden terjadi saat personel melakukan prosedur pemeriksaan dan perawatan material amunisi di salah satu Gudang penyimpanan.
Ia menjelaskan dalam insiden tersebut seorang anggota TNI meninggal dunia, 4 orang mengalami luka berat, 2 orang mengalami luka ringan.
“Sesaat setelah kejadian, satuan segera melakukan evakuasi seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus prosedural dan berjenjang,” papar Donny.
Langkah Penanganan
Saat ini, jelasnya, TNI AD telah mengambil langkah-langkah penanganan awal dengan memberikan perhatian dan pendampingan penuh terhadap para korban. Pihaknya juga berkoordinasi dengan rumah sakit serta memberikan dan membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman.
Investigasi menurutnya dilakukan secara menyeluruh guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut.
Ia menegaskan seluruh proses dilakukan secara profesional, objektif dan menyeluruh agar setiap fakta yang diperoleh nantinya dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberi ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara optimal serta menghindari spekulasi mengenai penyebab terjadinya ledakan.
“Tim investigasi sudah dibentuk dan sudah berangkat menuju ke tempat kejadian. TNI AD berkomitmen untuk menangani peristiwa ini secara serius, transparan sekaligus memastikan setiap langkah penanganan terhadap korban dan investigasi berjalan sebaik-baiknya,” tegas Donny.

Menapaki Kuburan Prasejarah Sokoliman yang Selaras Dengan Alam 