catrawarta.com — Perbincangan pemilihan kepala daerah tidak langsung masih menjadi perbincangan masyarakat. Bahkan mereka yang nongkrong di warung kopi pun mendiskusikannya. Sebagian besar menolak gagasan pilkada tak langsung.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo ikut menyampaikan pandangannya. Sosok yang terpilih bersama Wakil Wali Kota Wawan Harmawan tersebut merasa pilkada tidak langsung menjauhkan rakyat dengan pemimpinnya.
”Pilkada langsung merupakan bukti nyata bagaimana pemimpin meraih kepercayaan rakyat dengan jalan emotional bounding,” ujar Hasto yang pernah menjabat Bupati Kulon Progo dan Kepala BKKBN Republik Indonesia.
Ia mengungkapkan, pada pemilihan langsung ada proses panjang dalam berkampanye, bertemu masyarakat secara intensif. Para calon berusaha mengenalkan diri begitu pula rakyat berupaya mengenali calonnya. Ini semua guna meraih kepercayaan masyarakat.
Suara Rakyat yang Menentukan
Pada pilkada Kota Yogyakarta tahun lalu, pasangan Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan menjadi pemenang mutlak. Suara mereka jauh melampaui dua pasangan pesaingnya. Bahkan jauh di atas suara PDI Perjuangan, partai yang mengusungnya.Ini menandakan memilih pemimpin bukan hanya soal partai politik tetapi suara rakyatlah yang menentukan. Kondisi tersebut sama dengan pemilihan Gubernur DKI Jakarta menjadikan Pramono Anung dan Rano Karno sebagai pemenang meskipun single fighter.
Mereka dikepung dengan partai-partai besar, bahkan dengan dukungan penguasa serta para elite. Kendati demikian, suara rakyatlah yang menentukan bukan suara para elite. Rakyat sudah semakin cerdas menentukan pilihan, tak asal main coblos.
Rakyat Masih Punya Hati
Hasto Wardoyo menegaskan, usulan mekanisme kembali ke sistem pemilihan umum perwakilan, tidak menjamin lebih demokratis. Ia lebih condong agar secara natural rakyatlah yang melakukan pilihan.Soal money politik, ia mengungkapkan, tidak mengeluarkan uang untuk pencalonan. Tim juga tidak melakukannya kepada pemilih. Semua berjalan natural. Dunia semakin maju, rakyat semakin cerdas dan informasi tak lagi terbatas.
”Saatnya jaga pilihan natural masyarakat, caranya dengan tidak melakukan money politics. Saya tidak pakai politik uang dan rakyat masih punya hati,” tandas dokter spesialis kandungan itu.

Pertarungan Kedaulatan – Iran Melawan Intervensi Barat 