catrawarta.com — Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar aksi di Yogyakarta. Mereka menyusuri jalan kota kemudian memuncak di titik nol kilometer. Aksi kali ini masih membawa isu yang sama yakni “Menuju Indonesia Bangkrut”.
Aksi yang sama dilakukan di Jakarta beberapa hari lalu. Mahasiswa dari Universitas Indonesia turun ke jalan dan sempat bentrok dengaan aparat. Mereka saling dorong. Bahkan ada yang sempat kena pukul meskipun tidak parah.
Pengamanan aksi yang berlebihan mendapat kritik dari masyarakat. Mereka menyuarakan aspirasi tetapi ditanggapi dengan aparat yang menjaga ketat demonstran. Bahkan kamera cctv di sejumlah titik mati saat aksi berlangsung.
Mahasiswa Solo juga turun ke jalan menyampaikan isu yang sama. Berbagai kampus kabarnya bakal menyusul aksi tersebut. Komunikasi yang buruk dan respons pemerintah yang reaktif serta berbagai intimidasi menjadikan mahasiswa semakin bersemangat.
Aliansi UII Bergerak
Pantauan detik.com menyebutkan mahasiswa mengenakan jaket almamater selama aksi. Ini guna menghindari massa penyusup yang biasanya memanfaatkan situasi untuk memperkeruh massa aksi. Di berbagai kota, mahasiswa yang menggelar aksi juga mengenakan atribut jelas.
Demonstran menyampaikan kritikan atas jalannya pemerintahan yang ugal-ugalan, antikritik, membalas kritik dengan ancaman dan teror. Pola yang sama terjadi puluhan tahun silam ketika Orde Baru berkuasa. Bahkan pada puncaknya, sejumlah aktivis diculik dan sampai sekarang tidak pulang.
Tidak ada yang berani mengakui melakukan penculikan dan membawa korban ke mana. Tidak ada kejelasan pula, para aktivis yang hilang sudah mati atau belum. Puluhan tahun tidak ada kabar dan tak ada yang bertanggung jawab atas penghilangan paksa tersebut.
Pada aksi kali ini, mahasiswa menyoroti masuknya militer dan polri ke ranah sipil yang telah terlalu jauh. Sementara usulan Menteri HAM Natalius Pigai agar sipil juga bisa menduduki posisi utama di polri dan TNI tidak mendapat respons positif.
Mahasiswa juga membawa isu ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja. Misalnya, kenaikan berbagai kebutuhan pokok, kenaikan BBM, rendahnya daya beli dan lainnya. Mereka menilai pemerintah tidak mau terbuka dan jujur kepada rakyat.
Karena itu mahasiswa menyampaikan tuntutan, hentikan program pemborosan MBG, Koperasi Desa Merah Putih, turunkan harga BBM dan kebutuhan pokok, hentikan militerisme, revisi UU Polri dan lainnya.

AKUR Sunda Wiwitan Cigugur Jaga Nasionalisme dan Kelestarian Alam 