Warta

Viral, Anggota TNI Pukul Pegawai Alfamart Berakhir Damai

catrawarta.com — Video viral beberapa hari ini memenuhi Instagram. Seorang anggota TNI memukul pegawai Alfamart gara-gara kena cas plastik Rp 500. Usai...

Six men pose indoors as a soldier in camouflage hands a document to a young man in black others watch the handover
Damai: Pelaku dan korban sepakat damai (Sumber: mediakupang.pikiran-rakyat.com)

catrawarta.comVideo viral beberapa hari ini memenuhi Instagram. Seorang anggota TNI memukul pegawai Alfamart gara-gara kena cas plastik Rp 500. Usai kesewenang-wenangan tersebut viral dan membuat heboh jagad maya, pelaku pemukulan akhirnya minta maaf dan kejadian itu berakhir damai.

Unggahan akun ntt.update menuliskan kejadian berlangsung di Atambua, Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang anggota TNI berinisial Kopral Dua F memukul wajah karyawan Alfamart di Kelurahan Fatubenao, Atambua.

Pelaku pemukulan merupakan anggota Batalyon 744 Tobir Kabupaten Belu. Peristiwa terjadi pada Kamis (11/6/2026) malam ketika pelaku membeli air mineral seharga Rp 5.000. Karyawan bagian kasir menanyakan perlu atau tidak kantong plastik.

Pelaku mengangguk pertanda menyetujui ada kantong plastik. Namun ketika membayar ternyata ada tambahan biaya Rp 500 untuk kantong plastik. Ia tak terima ada cas untuk tas plastik karena menurutnya di banyak warung tidak ada cas untuk plastik.

Bayar Plastik

Sudah cukup lama sejumlah toko, apapun tokonya, menerapkan bayar untuk kantong plastik. Hal itu sebagai edukasi konsumen agar membawa tas sendiri dari rumah. Ini salah satu cara mengurangi dampak sampah plastik.

Namun demikian, belum semua konsumen dan masyarakat memahami kebijakan berbayar untuk plastik. Pada gerai atau toko besar kebanyakan sudah menerapkan cukup lama. Mengurangi penggunaan plastik juga telah menjadi kebijakan pemerintah.

Mengetahui plastik berbayar, yang bersangkutan marah dan memukul karyawan Alfarmart. Kejadian terekam pada kamera cctv. Banyak akun menyebarkan rekaman sembari menyampaikan kritik atas perilaku tersebut.

Netizen geram dengan perilaku semena-mena pelaku. Berbagai hujatan, kritik, ditujukan pada pelaku. Kabar terakhir dari ntt.update, pelaku dan korban bertemu di Kantor Polisi Militer Atambua. Kedua pihak sepakat damai dan tidak memperpanjang kasus.

Hal itu dibenarkan Kakorum Yonif 744/SYB Kapten Inf Army Nurhardio Priono STr (Han). Ia mengatakan telah terjadi kesalahpahaman dan sudah berakhir dengan damai. Ia juga menyatakan minta maaf atas kejadian tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *