Warta

Penipuan Love Scam Manfaatkan Sosok Menarik

catrawarta.com — Kasus love scam sebenarnya bukan hal baru dalam dunia tipu-menipu. Hanya saja dalam perkembangan sekarang semakin canggih karena pelaku menggunakan...

Portrait of a person with short pastel pink and blonde hair standing near a doorway with a bicycle in the background
TERSANGKA: Mantan artis Fabiola Elizabeth Agnes yang menjadi tersangka penipuan love scam.(Sumber: instagram kapanlagi.com)

catrawarta.comKasus love scam sebenarnya bukan hal baru dalam dunia tipu-menipu. Hanya saja dalam perkembangan sekarang semakin canggih karena pelaku menggunakan teknologi. Kendati demikian, cara konvensional pun masih dilakukan, memanfaatkan sosok menarik entah pria apa wanita sebagai umpan untuk daya tarik.

Seperti pada kasus love scam dengan salah satu pelaku mantan artis Fabiola Elizabeth Agnes. Ia bersama sindikatnya melakukan penipuan bermodus love scam. Korban mendapat tawaran menarik, investasi kripto. Fabiola menjadi sosok untuk merayu calon korban.

Polda Jawa Tengah melakukan penggerebekan sindikat yang bermarkas di Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut. Salah satu pelakunya, Fabiola. Korban berjumlah 133, semuanya warga asing dengan kerugian mencapai Rp 41 miliar. Sindikat memakai nama PT Digi Global Konsultan.

Penggunaan sosok menarik memang menjadi andalan agar korban tertarik. Pendekatan pribadi yang cenderung mengarah ke asmara bahkan kadang-kadang dibumbui aktivita seksual, membuat korban mudah terbius. Di sinilah pelaku memanfaatkan kedekatan pribadi untuk menggasak keuangan korban.

Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) pernah merilis pernyataan, berhasil mengembalikan Rp 161 miliar yang merupakan dana dari 1.070 masyarakat korban scam/penipuan digital yang berhasil diblokir IASC dari 14 bank yang digunakan pelaku kejahatan penipuan.

Data Akumulasi Sejak 2024

Data tersebut merupakan catatan sejak IASC mulai beroperasi, 22 November 2024 hingga 12 Januari 2026. Pengembalian dana korban scam menjadi simbol nyata kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan saat ini yang semakin kompleks, semakin inovatif, semakin unthinkable modus-modusnya.

Lembaga itu menjelaskan kejahatan keuangan digital belakangan juga semakin masif dan melampaui lintas batas negara sehingga penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama.

Berbagai modus scam dilakukan oleh pelaku seperti penipuan transaksi belanja, impersonation/fake call, penipuan investasi, penipuan kerja dan penipuan melalui media sosial. Modus love scam juga menjadi modus yang sering dilakukan oleh pelaku di berbagai negara termasuk di Indonesia.

Tantangan penanganan scam juga sangat kompleks. Adanya lonjakan jumlah pengaduan, lambatnya pelaporan disampaikan, perlunya peningkatan kecepatan pemblokiran, pelarian dana dan optimalisasi pengembalian dana. Semakin cepat korban melapor, ada kemungkinan dana terselamatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *