catrawarta.com — Pembelian dua ekor sapi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dilakukan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai hewan kurban untuk perayaan Idul Adha 2026. Dari informasi yang diberikan Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, hewan ternak itu dipelihara oleh warga yang tinggal di desa Wonokromo, Pleret, Bantul serta satu lagi berasal dari Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.
Sapi tersebut menjadi sorotan banyak orang karena ukurannya yang besar. Sapi berjenis PO atau Peranakan Ongole milik Sarjono ini bukan sembarang ternak karena mencapai berat satu ton lebih dan dibeli Presiden dengan harga Rp 90 juta.
Pemeliharaan sapi oleh Sarjono dilakukan dengan maksimal. Setiap hari hewan ini dibersihkan untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap prima saat Hari Raya tiba. Nama yang diberikan kepadanya tidak biasa, dipilih sebagai bentuk kedekatan tersendiri. Dikenal luas dengan sebutan “Mbah Iran”.
Pemberian nama “Mbah Iran” ternyata merujuk pada pemilik lama. Sapi tersebut dibeli Sarjono melalui transaksi langsung dari seorang petani di Kebumen. Saat itu, sapi tersebut berusia tiga tahun dan dibeli dengan harga Rp 26 juta.
Saat ditemui di Jati, Wonokromo, Pleret, Bantul pada hari Minggu (17/5/2026), Sarjono menyampaikan bahwa sapi tersebut dulunya milik seseorang bernama Mbah Iran. Nama itu kemudian tetap dipakai setelah pembelian dilakukan oleh dirinya.
Proses terpilihnya sapi itu bermula ketika dokter hewan datang pada awal Mei 2026 untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Setelah diajukan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, sapi tersebut akhirnya lolos seleksi dan dipilih untuk kurban Presiden.
“Sudah dua tahun dipelihara alhamdulillah senang karena sapi saya dibutuhkan sama orang nomor satu di Indonesia. Meski ini sebenarnya Klangenan,” kata Sarjono.
Pemeliharaan sapi mulai mendapat perhatian lebih setelah hewan tersebut dibawa pulang oleh Presiden. Petugas dari Puskeswan Pleret tiba di kediaman Sarjono pada hari Jumat (15/5/2026), membawa obat cacing sebagai bagian dari monitoring rutin.
“Perawatan juga khusus sekarang, semenjak itu dibeli sama Pak Prabowo. Seperti pakannya dicampur ketela dan tempe, makannya pagi dan sore. Lalu tiga hari sekali sapi ini saya mandikan biar bersih,” kata dia.
Pengaturan menu harian “Mbah Iran” dilakukan secara khusus menggunakan komposisi pakan yang telah ditentukan supaya kebugarannya terjaga sampai saat pemotongan tiba.

Drama Pemuda Bantul Berpura-pura Jadi Korban Klitih untuk Sembunyikan Kecelakaan 