catrawarta.com — Pengurus Dewan Jamu Nasional DIY menggelar audiensi dengan DPRD DIY pada Jumat (24/4/2026) sebagai bagian dari persiapan Peringatan Hari Jamu Nasional yang akan berlangsung pada 27 Mei 2026. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan seremonial, tetapi juga untuk memperkuat dukungan terhadap pelestarian dan pengembangan jamu sebagai warisan budaya sekaligus alternatif kesehatan.
Ketua Dewan Jamu DIY, Nyoman Kertia, menjelaskan, peringatan tersebut akan diisi dengan kegiatan minum jamu bersama masyarakat di sepanjang kawasan Jalan Malioboro. Selain itu, para penjual jamu gendong juga akan dilibatkan untuk meramaikan acara sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap jamu tradisional.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak, termasuk DPRD DIY, agar keberadaan jamu semakin berkembang dan diterima luas. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan produsen jamu serta mengurangi stigma negatif masyarakat terhadap konsumsi jamu.
Dari sisi legislatif, Ketua DPRD DIY, Nuryadi, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai edukasi kepada masyarakat sangat penting agar jamu tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua setelah obat kimia. Terlebih, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kekayaan tanaman herbal yang berpotensi besar sebagai bahan baku jamu.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan komitmen bersama untuk mengedukasi masyarakat mengenai manfaat jamu, baik sebagai upaya pengobatan maupun menjaga kesehatan, sekaligus mendorong pelestarian kearifan lokal.

Final Puteri Indonesia 2026 Digelar Malam Ini, Lebih dari Sekadar Ajang Kecantikan 