catrawarta.com — Warga masyarakat yang memanfaatkan pendaratan melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta, ternyata masih cukup tinggi. Terbukti, selama arus mudik Lebaran 2026, mampu melayani 10.671 penumpang.
Salama masa angkutan Lebaran 2026 terdapat kenaikan 484 persen dibanding Lebaran tahun sebelumnya dengan 1.729 penumpang.
Untuk pergerakan pesawat juga mengalami peningkatan signifikan. Sepanjang periode Lebaran 2026, posko mencatat sebanyak 245 pergerakan pesawat. Tumbuh 354% dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 54 penerbangan.
“Kenaikan ini menunjukkan peningkatan frekuensi penerbangan sekaligus optimalisasi operasional maskapai dalam mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat selama musim Lebaran,” kata General Manager (GM) Bandara Adisutjipto Wibowo Cahyono Sektiadi saat memberikan keterangan pers, Rabu (1/4/2026).
Jumlah tersebut tercatat selama masa Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran Tahun 2026 atau selama 18 hari mulai 13 – 30 Maret 2026. Posko ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen dalam memastikan kelancaran operasional penerbangan selama periode arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri.
Dari sisi pola pergerakan, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 (H-3 Lebaran), dengan jumlah kedatangan (arrival) mencapai 556 penumpang. Tingginya angka kedatangan pada periode ini mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan menjelang hari raya.
Sementara untuk puncak arus balik tercatat pada 23 Maret 2026 (H+1 Lebaran), dengan jumlah keberangkatan (departure) sebanyak 507 penumpang. Selain itu, sejumlah maskapai turut mendukung peningkatan layanan dengan mengoperasikan penerbangan tambahan (extra flight).
“Hingga akhir periode posko, tercatat sebanyak 68 extra flight telah direalisasikan untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan perjalanan masyarakat,” jelasnya.
Dominasi pergerakan penumpang masih berada pada rute Halim Perdanakusuma-Jakarta, dengan total mencapai 10.583 orang selama periode lebaran. Sementara itu, rute Karimunjawa mencatatkan 32 penumpang.
“Dominasi rute Jakarta masih menjadi karakteristik utama trafik di Bandara Adisutjipto. Namun demikian, dengan pertumbuhan trafik yang terus menunjukkan tren positif, kami optimistis ke depan soal semakin banyak pilihan rute baru yang dapat dikembangkan o maskapai,” tambahnya.
Peningkatan trafik penerbangan di Bandar Udara Adisutjipto yang melampaui capaian tahun 2025 menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan layanan ke depan. Hal ini turut mendorong optimisme, operasional penerbangan dengan pesawat jenis ATR akan semakin diminati oleh masyarakat.

Inilah Jembatan Darurat yang Menghidupkan Kembali Daerah Terdampak Bencana 