catrawarta.com — Pemudik ke berbagai daerah di Indonesia mencapai jutaan orang. Mereka bakal berkumpuk bersama keluarga dan sanak saudara. Jutaan orang dalam satu daerah dan satu waktu, lantas berapa banyak sampah yang dibuang dan bagaimana pengelolaanya?
Kedatangan jutaan orang juga bakal memenuhi destinasi wisata. Usai Lebaran kedua dan seterusnya, mereka biasanya menyempatkan berkunjung ke tempat-tempat wisata. Di sini pula tentu akan menampung bertumpuk-tumpuk sampah.
Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang dikunjungi. Kementerian Perhubungan menyatakan akan ada 8,2 juta orang melakukan perjalanan ke Yogyakarta selama periode libur Idulfitri. Angka tersebut mencerminkan mobilitas yang tinggi dibandingkan dengan jumlah penduduk DIY yang hanya 3,7-3,8 juta orang.
Peneliti Pusat Studi Pariwisata UGM, Dr Destha Titi Raharjana mengungkapkan jumlah kunjungan wisatawan ke DIY sekitar 1,46 juta. Kota Yogyakarta dan Sleman menjadi wilayah yang banyak dikunjungi selain Gunungkidul yang memang menyajikan banyak destinasi baru.
Ia memprediksi di tengah dinamika ekonomi, akan terjadi lonjakan kunjungan karena adanya jalan tol. Akses jalan tol yang semakin mendekati pusat kota, mempercepat dan mempermudah transportasi menjadi salah satu faktor peningkatan kunjungan.
Puncak Kunjungan Wisata
Di samping itu, Yogyakarta relatif mudah dijangkau melalui perjalanan darat apalagi ada jalan tol meskipun belum toal selesai. Ongkos transportasi dan biaya berwisata jauh lebih murah, begitu pula biaya hidup seperti makan dan minum yang juga lebih murah.
Menurutnya puncak kunjungan wisata pada 22 Maret 2026. Banyaknya kunjungan wisatwan, menjadi pengingat isu lingkungan dan komitmen pariwisata yang bertanggung jawab. Lonjakan 8,2 juta orang akan membawa konsekuensi beban lingkungan yang sangat besar.
”Pengelola destinasi dan wisatawan harus memperkuat komitmen DIY sebagai destinasi pariwisata bertanggung jawab. Jangan sampai euforia nostalgia justru meninggalkan masalah sampah yang mencemari citra estetik Yogyakarta,” papar Destha.
Ia perlu mengingatkan demikian karena dampak lingkungan dari ledakan jumlah pengunjung sangat besar. Utamanya soal sampah yang selama ini memang jadi persoalan di daerah. Karena itu perlu antisipasi guna mengatasi ledakan sampah.
Semua pihak, harapnya, tidak meninggalkan sampah sembarangan supaya pengelolaan usai libur Lebaran bisa berjalan baik. Pada sejumlah tempat keramaian, sebaiknya ada penambahan tempat sampah portabel yang bisa dipindah-pindah ke tempat lain sesuai kebutuhan.

Fitri & Nyepi Harmoni Dua Jalan Menuju Kesucian 