Gen Z dan Milenial Makin Enggan Angkat Telepon, Ini Tiga Alasannya
catrawarta.com — Perubahan teknologi tidak hanya mengubah cara orang bekerja, tetapi juga cara mereka berkomunikasi. Jika generasi sebelumnya terbiasa menyelesaikan banyak hal melalui panggilan telepon, generasi muda—khususnya Gen Z dan milenial—justru semakin jarang mengangkat telepon.
Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan pribadi. Sejumlah survei menunjukkan bahwa banyak anak muda lebih memilih komunikasi melalui pesan teks atau chat dibandingkan panggilan suara. Bahkan, satu dari empat orang berusia 18–34 tahun mengaku tidak pernah menjawab panggilan telepon sama sekali.
Lalu, apa yang membuat generasi muda cenderung menghindari telepon?
1. Chat Memberi Ruang untuk Berpikir
Salah satu alasan utama adalah kebutuhan untuk menyiapkan respons. Komunikasi melalui pesan teks memungkinkan seseorang berpikir terlebih dahulu sebelum menjawab.
Berbeda dengan telepon yang menuntut respons spontan, chat memberi waktu untuk menyusun kata-kata secara lebih tenang. Hal ini membuat banyak anak muda merasa lebih nyaman menyampaikan pesan melalui teks dibanding berbicara langsung.
Selain itu, komunikasi digital juga memungkinkan orang meninjau kembali pesan sebelum dikirim, sehingga risiko salah bicara bisa lebih kecil.
2. Telepon Dianggap Terlalu Mendadak
Panggilan telepon sering dianggap terlalu tiba-tiba dan menekan. Saat telepon masuk, penerima harus langsung merespons tanpa waktu persiapan.
Sebagian generasi muda bahkan mengasosiasikan panggilan mendadak dengan kabar buruk atau situasi mendesak. Survei menunjukkan sekitar 56 persen responden muda menganggap telepon yang datang tiba-tiba sering membawa berita yang tidak menyenangkan.
Karena itu, banyak orang memilih membalas melalui pesan teks setelah mengetahui konteks percakapan yang diinginkan.
3. Chat Lebih Fleksibel dan Efisien
Chat juga dianggap lebih praktis dalam aktivitas sehari-hari. Pesan dapat dibaca dan dibalas kapan saja tanpa harus menghentikan aktivitas lain.
Bagi Gen Z yang tumbuh bersama smartphone dan media sosial, komunikasi digital sudah menjadi bagian alami dari kehidupan mereka. Dengan chat, mereka bisa mengatur waktu respons, berbagi emotikon, atau menyampaikan pesan secara lebih santai.
Karena fleksibilitas itu, banyak generasi muda menilai telepon sebagai cara komunikasi yang kurang efisien dibanding pesan teks.
Perubahan Cara Berkomunikasi
Fenomena ini menunjukkan bahwa perubahan teknologi juga membawa perubahan budaya komunikasi. Generasi muda tidak menolak komunikasi, tetapi mereka memilih cara yang memberi lebih banyak kendali atas waktu, emosi, dan respons mereka.
Dalam konteks ini, chat bukan sekadar alternatif telepon. Ia telah menjadi bahasa komunikasi utama bagi generasi yang tumbuh di era digital.

Penipuan Online Kian Marak, Kerugian Mencapai Rp9,1 Triliun 