catrawarta.com — Tendangan brutal pesepakbola Putra Jaya Pasuruan Jatim berujung sanksi. Tendangan kekerasan tersebut menimpa pemain Peserta 1978 Tuluganggung di ajang LIga 4 Jatim.
Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur akhirnya menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada Muh Hilmi Gimnastiar, pemain dari Pauruan. Pesepakbola ini melakukan tindakan yang dinilai membahayakan pemain lain, karena mengandung unsur kekerasan.
Ketua Komdis Asprov PSSI Jatim Samiadji Makin Rahmat mengatakan, sanksi berat dijatuhkan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan dan menilai perbuatannya termasuk pelanggaran serius terhadap Kode Disiplin PSSI. “Perbuatan menendang pemain lawan yang mengakibatkan luka parah merupakan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat, sehingga Komdis menjatuhkan hukuman tambahan berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” katanya di Surabaya, Selasa (6/1/2026).
Insiden tersebut terjadi pada pertandingan babak 32 besar Grup CC Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan.
Muh Hilmi Gimnastiar terbukti melakukan pelanggaran Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI setelah menendang pemain Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha Ardhiansyah hingga menyebabkan korban mengalami luka parah pada bagian dada.
Selain larangan beraktivitas seumur hidup, Komdis PSSI Jatim juga menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 2,5 juta kepada pemain Putra Jaya Pasuruan tersebut sesuai ketentuan Pasal 78 Kode Disiplin PSSI. “Komdis berharap keputusan ini menjadi pelajaran bagi seluruh insan sepak bola Jawa Timur untuk menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan pemain,” ucapnya.
Sementara Manajemen Perseta 1970 Tulungagung memastikan pemainnya, Firman Nugraha, mengalami retak tulang rusuk bagian bawah setelah menerima tendangan keras saat bertanding melawan PS Putra Jaya Pasuruan.
Manajer Perseta 1970 Tulungagung Rudi Iswahyudi menyebutkan, insiden tersebut terjadi pada menit ke-72 ketika Firman berupaya merebut bola dari pemain PS Putra Jaya Pasuruan, M Hilmi Gimnastiar. “Firman terkena tendangan keras di bagian dada. Setelah kejadian itu, kondisinya sempat kejang dan harus mendapatkan perawatan di ambulans,” kata Rudi.

Apple Tak Rilis iPhone 18 Versi Standar pada 2026, Ini Skema Peluncuran Barunya 