catrawarta.com — Malam hingga menjelang subuh selama bulan Ramadhan seharusnya menjadi waktu yang penuh ketenangan bagi masyarakat untuk beribadah dan beristirahat. Namun dalam beberapa tahun terakhir, suasana tersebut kerap terganggu oleh aksi balap liar yang dilakukan sekelompok remaja di sejumlah ruas jalan di Temanggung, Jawa Tengah.
Menanggapi kondisi tersebut, jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Temanggung meningkatkan intensitas patroli selama Ramadhan. Patroli tidak hanya dilakukan pada waktu-waktu umum seperti malam hari, tetapi juga menyasar jam-jam yang selama ini dianggap rawan munculnya balap liar.
Kasat Lantas Polres Temanggung, AKP Yosra Meidicta, mengatakan, kegiatan patroli dilakukan secara berlapis mulai dari waktu menjelang berbuka hingga menjelang subuh.
“Patroli kami laksanakan mulai dari patroli ngabuburit, patroli saat tarawih, hingga patroli subuh setelah sahur. Patroli subuh kami gelar sekitar pukul 03.00 sampai 04.30 karena banyak informasi balap liar terjadi setelah sahur dan subuh,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Langkah tersebut diambil sebagai upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah Ramadan. Selain itu, patroli juga bertujuan mencegah potensi kecelakaan lalu lintas yang bisa terjadi akibat balap liar di jalan umum.
Titik Rawan dalam Pengawasan
Polisi memetakan sejumlah lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar oleh para pelaku. Kawasan Kota Temanggung menjadi salah satu titik yang sering mendapat laporan masyarakat. Selain itu, wilayah Kecamatan Ngadirejo juga masuk dalam radar pengawasan.
Informasi dari warga menjadi salah satu dasar kepolisian dalam menentukan pola patroli. Setiap laporan masyarakat, kata Yosra, langsung ditindaklanjuti dengan penguatan patroli di lokasi yang dimaksud.
“Informasi dari masyarakat di Ngadirejo juga sudah kami mitigasi dengan patroli rutin. Mudah-mudahan kegiatan negatif seperti balap liar bisa diredam bahkan tidak ada lagi,” katanya.
Pendekatan patroli berbasis informasi masyarakat dinilai penting karena aktivitas balap liar biasanya berlangsung secara sporadis dan berpindah-pindah lokasi.
Puluhan Kendaraan Diamankan
Selama pelaksanaan patroli dalam beberapa waktu terakhir di bulan Ramadan, polisi telah mengamankan puluhan sepeda motor yang terlibat balap liar maupun yang menggunakan knalpot brong.
Penindakan dilakukan terhadap pelanggaran yang terlihat secara langsung di lapangan dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Khususnya pelanggaran yang kasat mata dan membahayakan pasti langsung kami tindak. Sepanjang Ramadan ini, dalam beberapa waktu terakhir sudah puluhan kendaraan yang diamankan,” jelasnya.
Kendaraan yang diamankan selanjutnya diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk kemungkinan penindakan terhadap modifikasi kendaraan yang tidak sesuai standar.
Selain balap liar, kepolisian juga mengantisipasi berbagai potensi gangguan ketertiban masyarakat yang kerap muncul selama Ramadan. Di antaranya perang sarung dan penggunaan petasan yang bisa memicu keributan atau membahayakan keselamatan.
Pengawasan terhadap aktivitas tersebut dilakukan bersamaan dengan patroli lalu lintas agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Polres Temanggung pun mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, untuk mengisi waktu Ramadan dengan kegiatan yang lebih positif. Dukungan keluarga dan lingkungan juga dinilai penting dalam mencegah keterlibatan remaja dalam aktivitas yang berisiko.
Dengan patroli yang digelar secara rutin dan berkelanjutan, kepolisian berharap aksi balap liar dapat ditekan sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih aman dan nyaman.

Pendidikan Moderat Jadi Kunci Cegah Radikalisme Sejak Dini 