Warta

Menteri Perdagangan: Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil

catrawarta.com — Sejumlah bahan kebutuhan pokok mulai memperlihatkan kenaikan menjelang Lebaran. Namun demikian, menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso secara nasional relative stabil....

HARGA: Menteri Perdagangan Budi Santoso berbincang dengan pedagang pasar rakyat.(Sumber: Kemendag)

catrawarta.comSejumlah bahan kebutuhan pokok mulai memperlihatkan kenaikan menjelang Lebaran. Namun demikian, menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso secara nasional relative stabil.

Budi mengungkapkan hal itu pada Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Menjelang Idulfitri di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian RI (Lemdiklat Polri), Jakarta.

Turut hadir dalam rapat, sejumlah menteri, pimpinan lembaga, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Hadir mendampingi Mendag Busan, yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal S Shofwan.

Menurut Budi, secara umum harga relatif stabil. Ada beberapa komoditas yang sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ada juga yang di bawahnya. Namun, rata-rata harga nasional masih stabil dan pasokan terjaga dengan baik.

Pengawasan Berbasis Data

Ia menjelaskan, Kemendag secara intensif memantau perkembangan harga bahan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). Sistem ini memantau 550 pasar yang tersebar di 514 kabupaten dan kota di 38 provinsi.

”Pengawasan berbasis data memungkinkan pemerintah mendeteksi pergerakan harga secara cepat dan akurat,” ujar Budi.

Menyinggung minyak goreng Minyakita, terjadi tren penurunan harga dalam satu bulan terakhir. Harga Eceran Tertinggi Minyakita Rp15.700 per liter dan saat ini rata-rata nasional sekitar Rp15.900 per liter.

”Ada daerah seperti Papua Tengah yang mencapai Rp19.000 per liter, tetapi di daerah lain seperti Lampung sudah Rp15.400 per liter atau di bawah HET,” jelasnya.

Harga Beda Karena Distribusi

Perbedaan harga antardaerah, jelasnya, berkaitan dengan faktor distribusi. Karena itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan pemasok dan distributor. Terkait kelancaran distribusi menjelang arus mudik, Kemendag telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk melakukan pembinaan dan penertiban pasar tumpah di beberapa titik.

Imbauan penataan pasar tumpah juga telah disampaikan kepada dinas yang membidangi perdagangan daerah untuk mendukung kelancaran distribusi barang.

Guna mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Lebaran, Kemendag telah menggelar rapat koordinasi pada 29 Januari 2026 bersama pemerintah daerah, dinas terkait, para pemasok, dan distributor.

”Hasilnya, kebutuhan pokok dan pasokan terjamin. Tidak ada masalah dengan ketersediaan barang untuk Ramadan dan Idulfitri,” imbuh Menteri.

Pemerintah, tambahnya, juga memantau langsung ke pasar rakyat untuk memberikan dampak psikologis yang positif terhadap pasar dan konsumen. Kunjungan mendadak ke pasar secara psikologis dapat memengaruhi pedagang untuk tetap menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan terjamin.

Di samping itu, Kemendag juga bersinergi dengan asosiasi ritel dan pusat perbelanjaan melalui program Friday Mubarak dan Gerakan Belanja di Indonesia Aja. Program tersebut memberikan diskon di minimarket dan toko serba ada untuk menjaga daya beli masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *