Warta

Menkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Akan Mengakselerasi Lapangan Kerja

catrawarta.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta generasi muda tidak perlu cemas menghadapi masa depan kerja. Pertumbuhan ekonomi, yang diproyeksikan mendekati...

Menteri keuangan purbaya yudhi sadewa
Menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

catrawarta.comMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta generasi muda tidak perlu cemas menghadapi masa depan kerja. Pertumbuhan ekonomi, yang diproyeksikan mendekati enam persen, diklaim akan mengakselerasi penciptaan lapangan kerja melalui dorongan belanja negara dan investasi.

Pernyataan itu hadir di tengah kegelisahan anak muda yang berhadapan dengan pasar kerja kian ketat, disrupsi teknologi, dan ketidakpastian karier.

Secara teoritik, argumen pemerintah tampak rasional. Pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan ekspansi usaha. Namun pengalaman ekonomi Indonesia menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak selalu linear—terutama dalam konteks kualitas dan pemerataan kerja.

Data Badan Pusat Statistik dalam beberapa tahun terakhir mengonfirmasi paradoks tersebut. Tingkat pengangguran terbuka memang bergerak fluktuatif, tetapi struktur ketenagakerjaan relatif stagnan. Pekerja informal masih mendominasi, dengan ciri pendapatan tidak menentu, minim jaminan sosial, dan peluang mobilitas karier yang terbatas. Artinya, penyerapan tenaga kerja terjadi, tetapi tanpa peningkatan kualitas hidup yang signifikan.

Masalahnya bersifat struktural. Perekonomian nasional masih bertumpu pada sektor berbasis komoditas dan jasa berproduktivitas rendah. Sektor manufaktur berteknologi menengah–tinggi dan industri padat karya modern—yang seharusnya menjadi penyangga utama penyerapan lulusan baru—belum berkembang secepat kebutuhan angkatan kerja. Pertumbuhan yang bersifat kapital-intensif cenderung meningkatkan output tanpa menciptakan banyak pekerjaan layak.

Ekonom Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus dibaca dari kualitasnya, bukan sekadar angka. Pertumbuhan yang didorong sektor minim serapan tenaga kerja akan berdampak terbatas terhadap penciptaan pekerjaan, terlebih bagi generasi muda yang baru memasuki pasar kerja.

Di titik ini, optimisme fiskal pemerintah berhadapan dengan realitas sosial. Anak muda bukan hanya membutuhkan pekerjaan, melainkan pekerjaan yang layak, stabil, dan memberi ruang pengembangan kompetensi. Tanpa transformasi struktur industri, penguatan pendidikan vokasi, dan strategi penciptaan kerja berbasis produktivitas, bonus demografi berpotensi berubah menjadi beban sosial.

Optimisme tetap diperlukan dalam kebijakan ekonomi. Namun tanpa reformasi struktural yang jelas—sektor apa yang tumbuh, siapa yang diserap, dan seberapa layak pekerjaan yang tercipta—optimisme itu berisiko menjadi pengulangan narasi lama. Pertumbuhan tercatat dalam statistik, sementara kecemasan generasi muda terus mencari jawaban di luar angka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *