Warta

PDIP Siapkan Lahan Tiga Hektare untuk Sekolah Lapang di Kota Yogya

catrawarta.com — PDI Perjuangan berencana mendirikan sekolah lapang di Kota Yogyakarta. Bahkan, untuk keperluan tersebut, parpol ini sudah menyediakan lahan seluas 3...

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menghadiri kegiatan di penanaman pohon di Embung Giwangan. (Istimewa)

catrawarta.comPDI Perjuangan berencana mendirikan sekolah lapang di Kota Yogyakarta. Bahkan, untuk keperluan tersebut, parpol ini sudah menyediakan lahan seluas 3 hektar yang kelak akan menjadi pusat pembibitan dan pusat pengolahan sampah organik menjadi pupuk.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyebutkan, komitmen partai ini dalam rangka mendukung solusi ekologis di Yogyakarta. “Kami sepakati, PDI Perjuangan memiliki tanah 3 hektare yang sebelumnya direncanakan untuk Sekolah Partai, kini akan dialihkan menjadi Sekolah Lapang. Lahan ini akan digunakan untuk nursery (pembibitan) dan pusat pengolahan sampah organik menjadi pupuk,” kata Hasto dalam keterangannya persnya, Senin (16/2/2026).  Hal itu ia sampaikan usai kegiatan  penanaman pohon di Embung Giwangan Yogyakarta.

Hasto menyatakan telah memberikan instruksi khusus kepada Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, untuk memperbanyak taman kota dan memperbaiki sistem drainase. Selain penataan taman, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyoroti masalah pengelolaan sampah dan pembersihan sungai, sekaligus menekankan pentingnya disiplin penataan ruang publik dan pengelolaan lingkungan di Kota Yogyakarta.

“Saya sampaikan pesan kepada Pak Hasto Wardoyo untuk menata kota dengan disiplin. Membangun taman-taman kota sangat penting untuk memberikan ruang publik bagi anak muda berdiskusi, sekaligus menjadi ruang kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Terus Bergerak

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menambahkan, kader partai di tingkat akar rumput terus bergerak melakukan kerja-kerja nyata di lapangan. Ia melaporkan, normalisasi sungai menjadi salah satu agenda rutin yang dijalankan.

Menanggapi hal itu Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan, aspek lingkungan dan kemanusiaan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ia  memaparkan, sejak awal pencalonannya, fokus pada penataan taman dan kebersihan sungai sudah menjadi janji politik yang kini terus diwujudkan.

“Merawat lingkungan sama maknanya dengan merawat kehidupan. Selain lingkungan, masalah kemiskinan dan kesehatan juga kami garap serius. Kami laporkan bahwa program bedah rumah terus berjalan setiap Minggu melalui semangat gotong royong tanpa menggunakan APBD maupun dana pusat,” ungkap Hasto Wardoyo.

Walikota juga mengatakan, keberhasilan signifikan dalam penekanan angka stunting di Kota Yogyakarta. Berkat dukungan anggaran sebesar Rp 100 juta per kelurahan, angka stunting di Yogyakarta berhasil turun drastis.

“Dari 14,8 persen, saat ini angka stunting di Yogyakarta sudah turun menjadi 8,4 persen dalam waktu satu tahun. Ini adalah hasil gotong royong semua pihak untuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan berprestasi,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *