catrawarta.com — Di balik kantong darah yang tergantung sunyi di ruang transfusi, tersimpan denyut kehidupan banyak orang. Bagi pasien kecelakaan, ibu melahirkan, penderita kanker, thalasemia, hingga pasien operasi besar, donor darah bukan sekadar prosedur medis—ia adalah jembatan antara hidup dan mati. Setetes darah yang didonorkan dengan sukarela bisa menjadi penentu harapan.
Namun donor darah bukan hanya tentang menolong orang lain. Ia juga merupakan investasi kesehatan bagi pendonornya. Saat seseorang mendonorkan darah secara rutin dan terkontrol, tubuh akan merangsang pembentukan sel darah merah baru. Proses ini membantu menjaga keseimbangan zat besi dalam tubuh serta meningkatkan sirkulasi darah.
Secara ilmiah, donor darah terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Kelebihan zat besi dalam tubuh berkaitan dengan peningkatan stres oksidatif yang dapat merusak pembuluh darah. Dengan mendonorkan darah, kadar zat besi menjadi lebih seimbang, sehingga tekanan pada jantung berkurang.
Selain itu, donor darah rutin juga berpotensi mencegah penebalan darah (hiperviskositas) yang kerap dikaitkan dengan risiko stroke. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa donor darah membantu menurunkan risiko hemochromatosis—penyakit akibat penumpukan zat besi berlebih dalam tubuh.
Tak kalah penting, setiap proses donor darah selalu diawali dengan pemeriksaan kesehatan dasar: tekanan darah, kadar hemoglobin, hingga skrining penyakit menular. Secara tidak langsung, donor darah menjadi sarana deteksi dini kondisi kesehatan seseorang.
Top Malioboro Hotel Yogyakarta menggelar aksi donor darah ke-15 pada Kamis (12/2/2026) di Jl. HOS Cokroaminoto 145 Yogyakarta. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Aksi kemanusiaan tersebut didukung PMI Kota Yogyakarta serta sejumlah mitra, di antaranya Bakpia Jogkem Grup, Joxzin Lawas, Apotek Kimia Farma, Akur Optic, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY. Hadir dalam kegiatan ini Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo, Direktur Utama Bakpia Jogkem Grup Ariyanto, serta General Manager Top Malioboro Hotel Yogyakarta Maria Veronica.
Berdasarkan data panitia, 56 calon pendonor dari kalangan insan pers, karyawan perhotelan, dan masyarakat umum mengikuti kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, PMI berhasil mengumpulkan 28 kantong darah untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Mengenal Leptospirosis, Tak Hanya Menginfeksi Tikus tapi juga Hewan Lain 