Warta

Indonesia Bersama Israel di Board of Peace, Tidak Memberi Ruang Palestina

catrawarta.com — Presiden Prabowo Subianto ikut serta dalam ”kelembagaan” Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Di dalamnya ada pula...

Pengamat politik internasional, Dino Patti Djalal.(Foto: akun IG Dino Patti Djalal)

catrawarta.comPresiden Prabowo Subianto ikut serta dalam ”kelembagaan” Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Di dalamnya ada pula PM Israel Benjamin Netanyahu. Namun, tidak ada Palestina yang selama ini menjadi korban pendudukan Israel.

Pengamat politik luar negeri, Dino Patti Djalal melihat tidak ada kesetaraan antara anggota Board of Peace terutama Indonesia dengan AS. Bahkan dengan Israel yang disebutnya sangat dominan terhadap politik domestik dan luar negeri AS.

”Saya memberi lampu kuning pada Indonesia atas keberadaannya sebagai anggota Board of Peace,” ungkap Dino.

Tidak Ada Referensi Palestina

Ia mengatakan Piagam Board of Peace sama sekali tidak ada referensi Palestina dan Gaza. Ini membingungkan karena kabarnya lembaga itu dibentuk untuk perdamaian di Palestina. Dengan demikian, hal itu jauh dari mandat PBB tentang perdamaian di Palestina.

Lebih jauh Dino menilai Board of Peace sebagai Board of Trump karena semua berada dalam kendali Presiden AS tersebut. Bahkan ide pembentukan sampai pada pelaksanaan ada pada dominasi Trump.

”Semua perwakilan anggota yang isinya kepala negara atau kepala pemerintahan berada di bawah Trump. Semua keputusan harus disetujui Donald Trump,” jelas Dino.

Bahkan, tambahnya, posisi Trump sebagai ketua tidak ada batas waktu. Semua terserah pada dirinya dan sangat hirarkis. Tidak ada kesetaraan antara anggota dengan ketua. Ini yang menurutnya tidak fair.

Unsur Like and Dislike

Dino mengatakan keanggotaan Board of Peace berada di tangan Trump. Unsur like and dislike sangat kentara. Negara sekutu yang tidak sependapat dengannya pun ditendang. Negara-negara yang kritis juga tidak mungkin diajak untuk bergabung.

Yang lebih aneh lagi, jelasnya, ada PM Israel Benjamin Netanyahu yang selama ini menjadi menghancurkan Palestina. Sementara itu, Palestina yang menjadi korban tidak mendapat tempat sama sekali.

”Jujur, ini membuat kita terusik karena ada PM Israel yang jelas meratakan dan menghancurkan Palestina,” ujar Dino.

Tak Ada Empati bagi Palestina

Menurutnya, Israel merupakan satu-satunya negara di dunia yang sangat dominan terhadap AS. Begitu pula dalam Board of Peace, hal itu tentu sangat mempengaruhi peran anggota. Peran Indonesia tentu jauh lebih kecil dibandingkan Israel meskipun sama-sama anggota.

Ia mengingatkan, Israel bisa saja memanfaatkan Indonesia apabila tidak waspada dan tidak hati-hati. Bukan hanya memanfaatkan tetapi kemungkinan juga memperdaya Indonesia.

Pada saat pidato anggota Board of Peace, Dino melihat tidak ada simpati dan empati pada penderitaan rakyat Palestina. Yang ada hanyalah puji-pujian untuk Donald Trump. Juga tidak ada freedom bagi Palestina yang oleh PBB disebut sebagai korban genosida.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *