catrawarta.com — Penangkapan Bupati Pati, Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menjadi buah bibir warga kabupaten yang sering dijuluki ‘Bumi Mina Tani’ ini.
Di sisi lain, Kantor Pemkab Pati pun terlihat sepi. Malahan sejumlah pejabat OPD memilih menutup ruang kerja dan tak menerima tamu dari luar, seperti terlihat, Selasa (20/1/2026).
Kondisi tersebut terjadi setelah tangkap tangan yang dilakukan petugas KPK, Senin kemarin. Sementara itu, setelah dilakukan pemeriksaan selama 18 jam di Mapolres Kudus, Bupati Pati Sudewo, Selasa pagi sudah tiba di gedung Bundar KPK Jakarta. “Biarkan petugas melakukan pendalaman kasus. Saya hanya meminta, supaya warga Pati tetap konsen penanganan banjir”. ucap Bupati Sudewo saat tiba di gedung KPK.
Selain Bupati, KPK juga menangkap dua Camat, tiga Kepala Desa dan dua calon perangkat desa yang ikut terjaring. “Ada Kepala Daerah atau Bupati Pati. Kemudian, dua Camat, tiga Kepala Desa dan dua calon perangkat desa,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo di Jakarta Selatan.
OTT terhadap Sudewo dilakukan terkait dugaan jual beli jabatan di pemerintahan desa. KPK menduga Sudewo memasang harga untuk jabatan tertentu. “Jadi, memang ada jumlah tertentu yang dipatok untuk mengisi suatu jabatan di lingkup pemerintah desa,” jelas Budi Prasetyo.
Sementara itu, Camat Jaken, Tri Agung Setyawan dan Camat Margorejo, Alif Fadilah dikabarkan ikut diterbangkan ke Jakarta, Selasa subuh. Keduanya dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan di kantor KPK. Koordinator Sedulur Sudewo Selawase (S3), Fatkurcohman SH MH mengapresiasi kinerja KPK dalam melakukan OTT di Pati. “Mudah-mudahan bisa mengungkap masalah yang sebenarnya,” kata Fatkurochman.

Alissa Wahid Minta Petugas Haji Harus Lebih Empati kepada Jemaah Lansia 